PresUnivPresUniv

AEGIS : Journal of International RelationsAEGIS : Journal of International Relations

Artikel ini menganalisis hubungan kausalitas antara melemahnya pengaruh Rusia di Suriah dan transisi hegemoni kekuasaan Bashar al-Assad. Penelitian sebelumnya telah membahas hubungan antara Uni Soviet dan Partai Baath, fragmentasi oposisi, krisis kemanusiaan, dan ketegangan geopolitik di Suriah. Artikel ini mengisi kesenjangan teoritis dari riset-riset terdahulu dengan menggunakan tiga konsep dari pemikiran Antonio Gramsci, yakni blok historis (historical bloc), transisi hegemonik (hegemonic transition), dan interregnum. Penelusuran proses (process tracing) digunakan sebagai cara menguraikan proses kausal dengan melihat pada urutan kejadian dan hubungan sebab akibat. Argumen artikel ini adalah bahwa blok historis Rusia-Suriah yang terbentuk sejak era Soviet hingga pra kejatuhan Assad melemah karena tiga faktor: (1) pergeseran fokus Rusia ke dua fokus berbeda, yang melemahkan hubungan material (ekonomi-militer) dan non-material (ideologis); (2) meningkatnya tekanan oposisi domestik dari aliansi sosial (social alliance) anti-rezim; dan (3) tekanan internasional yang mendorong pergeseran hegemoni Assad. Dalam konteks ini, interregnum yang dimaknai sebagai fase ketidakpastian, berkontribusi pada transisi kekuasaan Assad dan mendorong perubahan formasi politik di Suriah.

Pelemahan kekuatan Rusia di Suriah berkontribusi terhadap transisi hegemonik kekuasaan Bashar al-Assad terjadi melalui fase interregnum dan krisis legitimasi.Ketergantungan rezim Assad pada Rusia dalam aspek militer, ekonomi, dan suprastruktur telah menjadi faktor kunci dalam mempertahankan kekuasaannya selama lebih dari satu dekade perang saudara.Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, fokus dan sumber daya Moskow beralih, menyebabkan berkurangnya keterlibatan Rusia di Suriah.Hal ini memicu serangkaian krisis yang mempercepat kejatuhan Assad.Sanksi internasional juga membatasi opsi alternatif bagi rezim Assad untuk mencari dukungan dari negara lain.Akibatnya, ketidakstabilan ekonomi memperdalam ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan Assad.Dalam konteks sosial-politik, berkurangnya hegemoni Rusia turut melemahkan otoritarianisme yang selama ini menopang stabilitas rezim Assad, sehingga memicu krisis legitimasi yang semakin dalam di tengah meningkatnya represi dan pelanggaran hak asasi manusia.Ketidakmampuan rezim untuk mengelola krisis internal tanpa dukungan Rusia akhirnya memberikan momentum bagi kelompok oposisi untuk memperluas pengaruhnya dan menantang dominasi Assad.Dengan hilangnya pijakan strategis dan dukungan eksternal yang melemah, delegitimasi yang selama bertahun-tahun mengguncang Suriah mencapai titik puncaknya pada Desember 2024, ketika rezim Assad runtuh setelah 54 tahun berkuasa, mengakhiri dominasi Partai Baath yang menandai pergeseran besar dalam dinamika politik negara dan kawasan.

Saran penelitian lanjutan yang baru: . . 1. Meneliti lebih lanjut dinamika transisi kekuasaan di Suriah pasca runtuhnya rezim Assad, dengan fokus pada peran aktor-aktor politik baru dan komunitas internasional dalam membentuk pemerintahan baru. . . 2. Menganalisis pelemahan hegemoni Rusia di Suriah dan dampaknya terhadap keseimbangan geopolitik regional, terutama dalam hubungannya dengan Iran, Turki, dan Amerika Serikat. . . 3. Membandingkan krisis legitimasi rezim otoriter seperti Assad dengan kasus serupa di negara lain, terutama dalam konteks patronase dengan kekuatan eksternal. . . 4. Menelusuri lebih dalam tentang penajaman fragmentasi politik, permusuhan, atau rekonstruksi ulang negara pasca otoritarian di Suriah, mengingat ketidakpastian politik yang masih terjadi di negara tersebut.

  1. İzmir Journal of Economics » Submission » The Roots of the Soviet-Syrian Alliance: A Neo-Gramscian... doi.org/10.24988/ije.1163636zmir Journal of Economics A Submission A The Roots of the Soviet Syrian Alliance A Neo Gramscian doi 10 24988 ije 1163636
  2. The international system and the Syrian civil war - Christopher Phillips, 2022. system syrian civil war... doi.org/10.1177/00471178221097908The international system and the Syrian civil war Christopher Phillips 2022 system syrian civil war doi 10 1177 00471178221097908
  3. KEBIJAKAN MILITER RUSIA TERHADAP SURIAH DALAM MENDUKUNG REZIM BASHAR AL-ASSAD (2015-2020) | Phoenna |... doi.org/10.24198/aliansi.v2i1.45348KEBIJAKAN MILITER RUSIA TERHADAP SURIAH DALAM MENDUKUNG REZIM BASHAR AL ASSAD 2015 2020 Phoenna doi 10 24198 aliansi v2i1 45348
Read online
File size437.2 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test