JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD
Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika KimiaAdolesensi merupakan fase perkembangan fisik, sosial, dan psikologis. Perubahan ini memengaruhi cara remaja memandang dan berperilaku terhadap tubuhnya, yang dikenal sebagai citra tubuh. Penampilan penting bagi remaja putri, sehingga sebagian besar remaja putri berusaha memenuhi standar kecantikan masyarakat dengan berpuasa, diet, berolahraga, mengonsumsi laksatif, dan pil diet. Perilaku membatasi diet dan menjalani gaya hidup tidak sehat dapat memengaruhi gizi remaja, seperti anemia, malnutrisi, dan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara kepuasan citra tubuh dan status gizi pada siswa SMA Negeri 5 Palu. Penelitian ini menggunakan metode analisis observasional dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 92 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling proporsional. Uji analisis bivariat menggunakan uji Spearman. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p = 0,097 (p>0,05), yang berarti tidak ada hubungan antara kepuasan citra tubuh dan status gizi pada siswa SMA Negeri 5 Palu. Tidak ada .
Tidak terdapat hubungan antara kepuasan citra tubuh dan status gizi pada siswa SMA Negeri 5 Palu, sebagaimana dibuktikan dengan nilai p = 0,097 (p>0,05).Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi mengenai citra tubuh bagi remaja agar mereka dapat lebih memahami dan menerima diri sendiri.Penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain yang mungkin memengaruhi status gizi remaja, serta melibatkan sampel yang lebih beragam dalam hal status gizi.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang secara signifikan memengaruhi status gizi remaja, seperti tingkat pendapatan keluarga, akses terhadap makanan sehat, dan pengetahuan tentang gizi seimbang. Kedua, penelitian kuantitatif dapat dilengkapi dengan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi remaja terkait citra tubuh dan dampaknya terhadap perilaku makan mereka. Ketiga, penting untuk mengembangkan program intervensi yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak, seperti sekolah, keluarga, dan masyarakat, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang dan citra tubuh yang positif pada remaja.
| File size | 361.14 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UWMYUWMY Terdapat hubungan antara pengetahuan dan norma serta nilai sosial budaya dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta.Terdapat hubungan antara pengetahuan dan norma serta nilai sosial budaya dengan perilaku konsumsi buah dan sayur pada siswa SD Wonolelo Pleret Bantul Yogyakarta.
UMJ PremiumUMJ Premium Populasi penelitian ini ialah siswi usia 16-18 tahun di SMAN 90 Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden dengan teknik purposive sampling. DataPopulasi penelitian ini ialah siswi usia 16-18 tahun di SMAN 90 Jakarta dengan jumlah sampel sebanyak 110 responden dengan teknik purposive sampling. Data
UWMYUWMY Data hasil pengamatan dari masing-masing parameter dianalisa statistik dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncans New Multiple Range Test (DNMRT)Data hasil pengamatan dari masing-masing parameter dianalisa statistik dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncans New Multiple Range Test (DNMRT)
UWMYUWMY Hasil data yang diperoleh kemudian dianalisis statistik dengan menggunakan Analisa of Varian (ANOVA), apabila terdapat beda nyata maka akan dilakukan ujiHasil data yang diperoleh kemudian dianalisis statistik dengan menggunakan Analisa of Varian (ANOVA), apabila terdapat beda nyata maka akan dilakukan uji
UWMYUWMY Hasil analisis uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 untuk hubungan pola makan dengan status gizi, serta nilai signifikan 0,033 untukHasil analisis uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,000 untuk hubungan pola makan dengan status gizi, serta nilai signifikan 0,033 untuk
UWMYUWMY Masing-masing perlakuan dilakukan pengujian kimia (kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat dan aktivitas antioksidan), dan organoleptik. Data hasilMasing-masing perlakuan dilakukan pengujian kimia (kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat dan aktivitas antioksidan), dan organoleptik. Data hasil
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Makanan yang dikonsumsi seharusnya mengandung berbagai zat gizi, namun ternyata masih ditemukan remaja yang memiliki kebiasaan makan untuk mengenyangkanMakanan yang dikonsumsi seharusnya mengandung berbagai zat gizi, namun ternyata masih ditemukan remaja yang memiliki kebiasaan makan untuk mengenyangkan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Sampel adalah mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar yang berjumlah 71 orang dan dipilih secara random sampling. Data pengetahuan giziSampel adalah mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar yang berjumlah 71 orang dan dipilih secara random sampling. Data pengetahuan gizi
Useful /
POLIBATAMPOLIBATAM Pemanfaatan penceritaan visual memungkinkan penyampaian topik industri konstruksi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh audiens.Pemanfaatan penceritaan visual memungkinkan penyampaian topik industri konstruksi yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami dan diingat oleh audiens.
POLIBATAMPOLIBATAM This study aims to introduce and preserve gonggong batik as part of the local cultural heritage of the Riau Islands through 2D animation. The problem addressedThis study aims to introduce and preserve gonggong batik as part of the local cultural heritage of the Riau Islands through 2D animation. The problem addressed
POLIBATAMPOLIBATAM Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan variasi efek partikel, seperti kilau kristal dan ledakan visual, serta desain suara yang responsif, dapatHasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan variasi efek partikel, seperti kilau kristal dan ledakan visual, serta desain suara yang responsif, dapat
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan selisih rata-rata kenaikan berat badan kelompok intervensi 0,533 kg (p-value =0,000) dan kelompokAnalisis data menggunakan paired sample t-test dengan selisih rata-rata kenaikan berat badan kelompok intervensi 0,533 kg (p-value =0,000) dan kelompok