SKILLERINDONESIASKILLERINDONESIA

JMET: Journal of Management Entrepreneurship and TourismJMET: Journal of Management Entrepreneurship and Tourism

Sanitasi dan kebersihan merupakan komponen penting dalam pariwisata berkelanjutan, namun peran mereka sebagai informasi yang dikonsumsi publik di platform digital belum banyak diteliti secara akademik. Penelitian ini mengkaji bagaimana kualitas informasi sanitasi dan kebersihan di peta digital memengaruhi niat berkunjung melalui persepsi kegunaan dan kepercayaan terhadap informasi, dengan menggunakan model penerimaan teknologi yang diperluas. Berdasarkan data survei dari 150 pengguna peta digital, hasil menunjukkan bahwa kualitas informasi sanitasi dan kebersihan secara positif memengaruhi persepsi kegunaan dan kepercayaan, yang pada gilirannya secara signifikan meningkatkan niat berkunjung. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan visibilitas, akurasi, dan kredibilitas informasi sanitasi dan kebersihan di peta digital merupakan strategi hemat biaya untuk mendukung tata kelola pariwisata berkelanjutan dan daya saing destinasi.

Kualitas informasi sanitasi dan kebersihan di peta digital memainkan peran penting dalam membentuk niat berkunjung ke desa wisata melalui persepsi kegunaan dan kepercayaan terhadap informasi.Dengan memandang sanitasi dan kebersihan sebagai infrastruktur fisik sekaligus informasi digital yang dikonsumsi publik, penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur pariwisata, tata kelola lingkungan, dan penerimaan teknologi.Secara praktis, peningkatan akurasi, visibilitas, dan kredibilitas informasi sanitasi dan kebersihan di peta digital merupakan strategi efektif dan hemat biaya untuk meningkatkan daya saing destinasi dan mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Pertama, perlu diteliti bagaimana variasi konten ulasan visual (foto dan video) tentang fasilitas sanitasi di peta digital memengaruhi kepercayaan calon wisatawan dari berbagai latar belakang demografis, agar dapat dikembangkan panduan optimal dalam menyajikan konten sanitasi yang meyakinkan. Kedua, penting untuk mengkaji efektivitas kolaborasi antara pemerintah desa, pengelola destinasi, dan platform digital seperti Google Maps dalam memverifikasi dan memperbarui informasi sanitasi secara realistis, apakah mekanisme verifikasi bersama ini dapat meningkatkan kualitas dan kredibilitas data lebih baik dibandingkan upaya mandiri. Ketiga, perlu dieksplorasi bagaimana integrasi fitur standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) secara eksplisit ke dalam sistem penilaian atau label di peta digital memengaruhi keputusan perjalanan wisatawan, termasuk sejauh mana simbol atau badge tersebut dipahami dan dipercaya sebagai indikator kebersihan yang andal. Penelitian-penelitian ini dapat membantu merancang sistem informasi sanitasi digital yang lebih akurat, transparan, dan meyakinkan bagi wisatawan sekaligus mendukung pengelolaan destinasi secara berkelanjutan.

  1. The Effect of Sanitation Hygiene Information Quality on Digital Maps on Visit Intention to Tourism Villages:... skillerindonesia.id/index.php/jmet/article/view/277The Effect of Sanitation Hygiene Information Quality on Digital Maps on Visit Intention to Tourism Villages skillerindonesia index php jmet article view 277
  2. Implementasi Protokol CHSE Daya Tarik Wisata Di Desa Wisata Bongan | Journey : Journal of Tourismpreneurship,... doi.org/10.46837/journey.v4i2.85Implementasi Protokol CHSE Daya Tarik Wisata Di Desa Wisata Bongan Journey Journal of Tourismpreneurship doi 10 46837 journey v4i2 85
Read online
File size452.67 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test