RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM
International Journal of Ethno-Sciences and Education ResearchInternational Journal of Ethno-Sciences and Education ResearchPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara keterlibatan orang tua dan prestasi belajar siswa sekolah menengah atas dengan membandingkan sekolah di daerah perkotaan dan pedesaan. Pendekatan kuantitatif komparatif dengan metode survei korelasional digunakan, melibatkan 100 siswa kelas XI (50 dari sekolah perkotaan dan 50 dari sekolah pedesaan). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur keterlibatan orang tua berdasarkan teori Epstein dan dokumentasi nilai rapor untuk prestasi akademik. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif yang signifikan (r = 0,621; p < 0,05) antara keterlibatan orang tua dan prestasi akademik siswa. Tes T Sampel Independen menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,002) dalam prestasi akademik antara siswa sekolah kota (M = 86,20) dan siswa sekolah desa (M = 82,45). Demikian pula, keterlibatan orang tua di sekolah kota menunjukkan skor rata-rata yang lebih tinggi (M = 82,14; SD = 6,43) dibandingkan dengan sekolah desa (M = 74,88; SD = 7,12). Temuan ini mengonfirmasi bahwa konteks geografis mempengaruhi pola keterlibatan orang tua dalam pendidikan dan dampaknya terhadap prestasi akademik. Penelitian ini berkontribusi pada formulasi kebijakan pendidikan, khususnya dalam mengembangkan strategi keterlibatan orang tua yang efektif yang disesuaikan dengan lingkungan sekolah tertentu, dan menekankan pentingnya program kolaboratif antara sekolah dan keluarga untuk mengatasi kesenjangan prestasi antara perkotaan dan pedesaan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan (r = 0,621.p < 0,05) antara keterlibatan orang tua dan prestasi akademik siswa.Semakin tinggi keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, semakin tinggi prestasi akademik yang dicapai oleh siswa.Sesuai dengan tujuan penelitian untuk menganalisis apakah ada perbedaan yang signifikan antara daerah, ditemukan bahwa prestasi akademik siswa di sekolah kota (M = 86,20) secara statistik lebih tinggi daripada siswa di sekolah desa (M = 82,45) dengan nilai signifikansi p = 0,002.Demikian pula, tingkat keterlibatan orang tua di sekolah kota menunjukkan skor rata-rata yang lebih tinggi (M = 82,14.SD = 6,43) daripada sekolah desa (M = 74,88.Perbedaan yang signifikan ini mengonfirmasi bahwa konteks geografis mempengaruhi pola keterlibatan orang tua dalam pendidikan dan dampaknya terhadap prestasi akademik.Faktor-faktor seperti akses yang lebih luas terhadap informasi, latar belakang pendidikan orang tua yang relatif lebih tinggi, dan kesadaran akan pentingnya keterlibatan aktif dalam proses pendidikan anak berperan dalam menciptakan kesenjangan ini.Penelitian ini memberikan kontribusi yang penting terhadap formulasi kebijakan pendidikan, khususnya dalam mendorong strategi keterlibatan orang tua yang efektif sesuai dengan konteks lingkungan sekolah.Upaya untuk meningkatkan partisipasi orang tua dalam pendidikan, terutama di daerah pedesaan, perlu menjadi prioritas untuk mengurangi kesenjangan prestasi belajar antara daerah.Program kolaboratif antara sekolah dan keluarga yang mempertimbangkan karakteristik unik setiap daerah dapat menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki lebih lanjut faktor-faktor spesifik yang mempengaruhi keterlibatan orang tua di daerah perkotaan dan pedesaan, seperti akses informasi, latar belakang pendidikan, dan kesadaran akan pentingnya keterlibatan aktif. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk menganalisis strategi intervensi yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan orang tua di daerah pedesaan, dengan mempertimbangkan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh orang tua di daerah tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran dan pengaruh guru dalam memfasilitasi keterlibatan orang tua, serta strategi-strategi kolaborasi antara sekolah dan keluarga yang dapat diterapkan untuk meningkatkan prestasi akademik siswa secara keseluruhan.
| File size | 311.74 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
CRIACRIA Hasil penelitian ini terkait dengan masalah pembagian harta bersama menurut Hukum Adat Dayak Kenyah setelah perceraian adalah bahwa harta bersama mutlakHasil penelitian ini terkait dengan masalah pembagian harta bersama menurut Hukum Adat Dayak Kenyah setelah perceraian adalah bahwa harta bersama mutlak
STISIPOLP12STISIPOLP12 Peran perempuan dalam demokrasi lokal cenderung terfokus pada aktivitas sosial dan partisipatif, sementara keterlibatan dalam proses pengambilan keputusanPeran perempuan dalam demokrasi lokal cenderung terfokus pada aktivitas sosial dan partisipatif, sementara keterlibatan dalam proses pengambilan keputusan
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Temuan menunjukkan bahwa wilayah selatan dan tenggara pulau, yang didominasi substrat pasir dan dekat dengan resor serta dermaga, sangat sesuai untuk pariwisataTemuan menunjukkan bahwa wilayah selatan dan tenggara pulau, yang didominasi substrat pasir dan dekat dengan resor serta dermaga, sangat sesuai untuk pariwisata
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Hal ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran kontekstual, yang menekankan keterlibatan aktif siswa sepanjang proses pembelajaran, sehingga mereka dapatHal ini sejalan dengan pendekatan pembelajaran kontekstual, yang menekankan keterlibatan aktif siswa sepanjang proses pembelajaran, sehingga mereka dapat
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM ), Sungkai (Peronema canescens), Ulin (Eusideroxylon zwageri), dan Katimpun (Uncaria gambir) memiliki nilai penting dalam struktur budaya dan ekologi masyarakat.), Sungkai (Peronema canescens), Ulin (Eusideroxylon zwageri), dan Katimpun (Uncaria gambir) memiliki nilai penting dalam struktur budaya dan ekologi masyarakat.
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM The primary challenges identified are limited infrastructure, insufficient teacher training, and a conventional student learning culture. The principalsThe primary challenges identified are limited infrastructure, insufficient teacher training, and a conventional student learning culture. The principals
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Sistem pertanian tradisional adalah bentuk interaksi jangka panjang antara manusia dan lingkungannya yang mencerminkan adaptasi ekologis dan budaya. PenelitianSistem pertanian tradisional adalah bentuk interaksi jangka panjang antara manusia dan lingkungannya yang mencerminkan adaptasi ekologis dan budaya. Penelitian
ITB ADITB AD Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi minyak dan gas, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan operasi di wilayah Delta Mahakam, KabupatenSebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi minyak dan gas, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) melakukan operasi di wilayah Delta Mahakam, Kabupaten
Useful /
CRIACRIA Metode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis, yaitu penelitian yang menganalisis peran kepala desa dalam masyarakat berkaitan dengan hukumMetode pendekatan yang digunakan adalah yuridis sosiologis, yaitu penelitian yang menganalisis peran kepala desa dalam masyarakat berkaitan dengan hukum
STKIPBANTENSTKIPBANTEN Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan aplikasi Quizizz sebagai alat evaluasi formatif bagi siswa pembelajaran sejarah di MAN 2Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas penggunaan aplikasi Quizizz sebagai alat evaluasi formatif bagi siswa pembelajaran sejarah di MAN 2
INFLUENCE JOURNALINFLUENCE JOURNAL This study aims to examine in depth the implementation of competency-based learning in maritime vocational higher education and its commitment to graduateThis study aims to examine in depth the implementation of competency-based learning in maritime vocational higher education and its commitment to graduate
UIMUIM Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau dan memiliki pantai sepanjang 81.290 kilometer. Indonesia memiliki 12 lembaga penegakIndonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari 17.504 pulau dan memiliki pantai sepanjang 81.290 kilometer. Indonesia memiliki 12 lembaga penegak