IAIHPANCORIAIHPANCOR

AFADA: Jurnal Pengabdian Pada MasyarakatAFADA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal usul terbentuknya Air Ate di Kampung Lama Omtel, yang berasal dari kejadian pada zaman dahulu di Gunung Omtel. Sepasang suami istri, Ledang Pot dari Kampung Nihing dan Bihaj dari Kampung Pay, pergi ke kebun bersama dua anak mereka. Saat membersihkan rumput, kedua anak mereka bermain petak umpet hingga sore hari. Orang tua memanggil anak-anak mereka untuk pulang, tetapi tidak ada respons. Mereka mengira anak-anak telah pulang lebih dulu, namun ketika sampai di rumah, anak-anak tersebut tidak ada. Pada hari berikutnya, mereka kembali ke kebun dan menemukan bahwa ladang yang sebelumnya kering kini dialiri air yang muncul secara ajaib. Mereka menyadari bahwa air tersebut telah menelan kedua anak mereka, sehingga disebut Air Ate, yang hingga kini masih digunakan. Dari dalam air muncul nyiru dan lesung; nyiru berubah menjadi batu setelah dibuang sang istri dalam perjalanan, sementara lesung dibawa pulang oleh sang suami dan berubah menjadi Moko. Moko tersebut kemudian dibawa ke Pandai oleh orang pandai sebagai ganti air pinang yang dijanjikan oleh Matebel Langgara dari Omate.

Air Ate di Omtel terbentuk dari peristiwa hilangnya dua anak dari pasangan Ledang Pot dan Bihaj, yang diyakini ditelan oleh mata air yang muncul tiba-tiba di kebun mereka, dan hingga kini air tersebut tetap digunakan oleh masyarakat sekitar.Dari dalam air muncul lesung yang berubah menjadi Moko Puledang Lafaledang, yang kemudian dibawa ke Pandai sebagai pengganti air pinang yang tidak ditepatijanjinya.Cerita ini merupakan warisan budaya yang mengandung nilai spiritual dan mengajarkan masyarakat untuk menghormati alam serta menjaga keseimbangan dengan lingkungan sekitar.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara keberadaan Air Ate, Malusey, dan tempat-tempat lain yang muncul secara mitologis di sepanjang perjalanan Moko Puledang Lafaledang, untuk memahami pola penyebaran situs sakral di Kabupaten Alor. Kedua, penting untuk mengeksplorasi bagaimana cerita rakyat seperti asal usul Air Ate dan Moko diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi, termasuk peran tokoh adat dan bentuk-bentuk seni yang digunakan dalam penyampaiannya, agar dapat dikembangkan metode pelestarian yang sesuai dengan budaya lokal. Ketiga, perlu dikaji dampak dari kepercayaan terhadap tuan belut di Air Ate terhadap perilaku konservasi masyarakat, untuk melihat apakah nilai-nilai spiritual tersebut efektif dalam menjaga kelestarian sumber daya alam, yang dapat menjadi dasar pendekatan adat dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan di wilayah pesisir dan pegunungan Alor.

Read online
File size342.51 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test