UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Status gizi adalah keadaan tubuh yang dihasilkan dari makanan atau merupakan ukuran keberhasilan dalam memenuhi diet. Anak dengan kekurangan gizi akut, mengalami kekurangan protein yang akan berdampak pada lemahnya otot-otot kecil sehingga akan kesulitan dalam tumbuh kembangnya. Tahapan perkembangan pada anak dapat digunakan sebagai sarana untuk mendeteksi atau memprediksi secara dini gangguan masalah perkembangan sesuai umurnya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam Kota Batam Tahun 2023. Metode: Desain penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam pada November 2023. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 anak. Analisis data yang digunakan analisis univariat dan analisis biariat dengan uji chi-square. Hasil: Hasil analisis Chi-Square untuk hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah diperoleh p = 0,001 (p<0,05) yang artinya Hₒ ditolak dan H₁ diterima. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat hubungan status gizi dengan perkembangan anak usia pra sekolah di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam Kota Batam.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap 50 responden, ditemukan hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan anak usia pra sekolah di Cita Bunda School dan PG-TK Kurnia Djaja Alam Kota Batam dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05).Sebanyak 86% anak memiliki status gizi normal dan perkembangan sesuai usia.Hasil ini menegaskan pentingnya perhatian terhadap status gizi anak dalam mendukung perkembangan optimal di lingkungan pendidikan.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menyelidiki faktor-faktor spesifik dalam pola asuh makan yang memengaruhi status gizi anak usia prasekolah di sekolah-sekolah serupa, mengingat bahwa asupan gizi sangat dipengaruhi oleh kebiasaan dan pengetahuan orang tua. Kedua, diperlukan studi untuk mengevaluasi efektivitas program stimulasi perkembangan berbasis sekolah yang dikombinasikan dengan intervensi gizi, guna melihat apakah pendekatan terpadu lebih efektif dalam meningkatkan perkembangan anak. Ketiga, perlu penelitian yang mengeksplorasi perbedaan lingkungan rumah dan sosial antara anak dengan status gizi normal namun perkembangan menyimpang, serta anak dengan gizi bermasalah namun perkembangannya sesuai, untuk mengidentifikasi faktor pelindung atau risiko yang mungkin belum terungkap dalam penelitian ini.

Read online
File size182.67 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test