ITENASITENAS

Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah LingkunganRekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan

Kenyamanan termal dan kualitas udara dalam ruang merupakan faktor penting yang memberikan dampak bagi produktivitas penghuni, tidak terlepas bagi bangunan Pujasera. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan termal dan kualitas udara di Pujasera berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan standar ASHRAE 55. Parameter kualitas udara yang dikaji meliputi karbon monoksida (CO), PM₂.₅, dan PM₁₀, sedangkan untuk kenyamanan termal, parameter yang digunakan antara lain Predicted Mean Vote (PMV) dan Predicted Percentage of Dissastisfied (PPD). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan data secara langsung pada tiga waktu berbeda selama dua hari. Selain itu, penyebaran kuesioner digunakan untuk menghimpun data mengenai tingkat metabolisme dan insulasi pakaian. Hasil penelitian menunjukkan kualitas udara di dalam Pujasera berada pada kategori sedang, kecuali pada siang hari dengan ISPU PM₁₀ berada pada tingkat yang sangat tidak sehat. Sementara itu, aspek kenyamanan termal menunjukkan bahwa 51.29% penghuni merasa nyaman. Melihat kondisi ini, maka perlu dilakukan upaya untuk menunjang kenyamanan termal dan kualitas udara yang lebih baik bagi penghuni.

Evaluasi kenyamanan termal dan kualitas udara Pujasera Politeknik Negeri Bandung telah dilakukan dan diperoleh temuan-temuan yang memberikan pandangan baru.Hasil evaluasi menunjukkan bahwa umumnya kualitas udara di dalam Pujasera berada pada level sedang, akan tetapi pada waktu tertentu dapat turun ke level yang sangat tidak sehat.Disamping itu kenyamanan termal di dalam Pujasera tidak begitu nyaman bagi mayoritas pengunjung.Kondisi ini dapat berubah menyesuaikan kondisi cuaca di sekitar bangunan, mengingat tidak adanya sistem tata udara mekanis di dalam ruangan.Melihat hasil ini maka peru diusulkan sistem tata udara yang komprehensif guna menunjang kualitas udara dan kenyamanan termal yang baik bagi penghuni.

Untuk meningkatkan kenyamanan termal dan kualitas udara di Pujasera, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut: 1. Menganalisis dampak dari aktivitas memasak dan merokok terhadap kualitas udara, serta mengembangkan strategi untuk mengurangi polutan yang dihasilkan. 2. Mengkaji pengaruh cuaca luar terhadap sirkulasi udara dalam ruangan, dan mencari solusi untuk menjaga kualitas udara tetap optimal meskipun cuaca berubah-ubah. 3. Meneliti efektivitas sistem ventilasi alami yang ada, dan mempertimbangkan implementasi sistem ventilasi mekanis untuk meningkatkan sirkulasi udara dan kualitas udara secara keseluruhan. Dengan melakukan penelitian lanjutan ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang komprehensif untuk meningkatkan kenyamanan termal dan kualitas udara di Pujasera, sehingga dapat mendukung produktivitas dan kesehatan penghuni.

  1. Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga | Nugraha | Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi... doi.org/10.26760/jrh.v3i3.3428Rancang Bangun Mesin Pencacah Sampah Organik Rumah Tangga Nugraha Rekayasa Hijau Jurnal Teknologi doi 10 26760 jrh v3i3 3428
  2. Evaluasi Kenyamanan Termal dan Kualitas Udara Dalam Ruang di Pujasera Politeknik Negeri Bandung | Annisa... ejurnal.itenas.ac.id/index.php/rekayasahijau/article/view/12512Evaluasi Kenyamanan Termal dan Kualitas Udara Dalam Ruang di Pujasera Politeknik Negeri Bandung Annisa ejurnal itenas ac index php rekayasahijau article view 12512
Read online
File size724.74 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test