DINUSDINUS

ANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & MultimediaANDHARUPA: Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia

Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh temuan tentang pentingnya fungsi, ukuran, dan bentuk jendela kemasan, serta model lipatan kemasan dalam mempengaruhi perilaku pembelian. Obyek penelitian yang digunakan adalah kemasan J.Pops baby dan kemasan Holland Bakery. Pemilihan obyek penelitian ini karena representatif terhadap desain kemasan yang merupakan inti dalam keilmuan desain produk kemasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survey. Sedangkan teknik analisisnya menggunakan teknik analisis data Regresi Linear. Responden yang menjadi rujukan, berdomisili di Sidoarjo dan Surabaya dengan jumlah 106 konsumen. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa fungsi jendela kemasan memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap perilaku pembelian. Sedangkan ukuran jendela kemasan, bentuk jendela kemasan, dan model lipatan kemasan tidak memiliki pengaruh terhadap perilaku pembelian. Temuan ini memberikan masukan kepada desainer yang bergerak di bidang kreatif kemasan untuk lebih memfokuskan pada fungsi jendela kemasan dari pada bentuk dan ukuran jendela kemasan, serta bentuk lipatan kemasan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa fungsi jendela kemasan secara signifikan dan positif mempengaruhi perilaku pembelian, terbukti dari observasi produk J.Pops Baby dan Holland Bakery di Sidoarjo dan Surabaya.Sebaliknya, ukuran dan bentuk jendela kemasan, serta model lipatan kemasan, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian.Konsumen cenderung memprioritaskan fungsi jendela kemasan yang memungkinkan mereka melihat langsung isi produk, yang berperan penting dalam proses pengambilan keputusan pembelian yang cepat.

Penelitian ini telah mengungkap bahwa fungsi jendela kemasan adalah kunci dalam menarik pembeli makanan ringan. Namun, masih ada banyak aspek yang bisa digali lebih dalam. Sebagai contoh, bagaimana jika penelitian selanjutnya menguji pengaruh elemen desain kemasan lainnya yang lebih spesifik, seperti tekstur, material kemasan, atau bahkan interaksi warna dan tipografi pada bagian jendela kemasan itu sendiri, terhadap persepsi kualitas dan keputusan pembelian? Pertanyaan ini penting karena konsumen mungkin secara tidak sadar terpengaruh oleh detail-detail visual selain fungsi utama. Selain itu, menarik untuk mengeksplorasi apakah temuan ini berlaku universal di berbagai kategori produk, misalnya produk elektronik atau perawatan diri, yang mungkin memiliki ekspektasi berbeda terhadap transparansi kemasan. Mengadakan studi komparatif dengan objek produk yang sangat berbeda akan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang peran jendela kemasan dalam beragam konteks pasar. Selanjutnya, mengingat studi ini bersifat kuantitatif, penelitian di masa depan bisa mempertimbangkan penggunaan pendekatan kualitatif atau metode campuran. Ini dapat mencakup wawancara mendalam atau fokus grup untuk menggali alasan-alasan psikologis dan emosional di balik preferensi konsumen terhadap fungsi jendela kemasan, serta mengapa ukuran dan bentuknya kurang berpengaruh. Dengan begitu, kita bisa mendapatkan wawasan yang lebih kaya tentang bagaimana konsumen memproses informasi visual dari kemasan dan membuat keputusan pembelian.

Read online
File size650.84 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test