STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaCendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif BaturajaPelayanan dalam penggunaan rekam medis elektronik di rumah sakit telah diatur dalam PMK No. 24 Tahun 2022. Permasalahan yang sering terjadi adalah perbaikan SIMRS dengan jumlah 50 kasus dan permalahan jaringan lokal (LAN) dengan jumlah 34 kasus. Penggunaan RME di Instalasi Rawat Jalan RS Ernaldi Bahar juga belum meningkatkan waktu tunggu pelayanan di poli. Selain itu tenaga kesehatan juga masih harus mengisi berkas rekam medis manual. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui gambaran penggunaan rekam medis elektronik (RME) di RS Ernaldi Bahar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif study deskriptif. Analisis data dilakukan secara induktif, dan pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi atau kombinasi. Waktu penelitian dilaksanakan dari 20 Mei 2025 -10 Juni 2025. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 responden memilik peranan dalam pelaksanaan rekam medis elektronik (RME) menggunakan tehnik purposive sampling dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data menggunakan wawancara. Observasi dan dokumentasi. Berdasarkan temuan penelitian in didapatkan ketersedian sarana dan prasarana sudah hampir100% walaupun masalah yang sering terjadi adalah gangguan jaringan internet. Sumber daya manusia masih belum mencukupi akan tetapi seluruh SDM sudah mengikuti sosialisa dan pelatihan RME hanya saja penggunaan RME ini lebih didominasi pada usia muda. Regulasi, serta pedoman sudah tersedia tersedia secara elektronik di aplikasi SIMRS. Tampilan RME mudah digunakan tetapi masih perlu diperbaiki sesuai dengan kebutuhan rumah sakit.
Secara umum, implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di RS Ernaldi Bahar telah didukung oleh ketersediaan sarana prasarana dan anggaran yang memadai, serta regulasi dan pedoman yang tersedia secara elektronik.Namun, tantangan signifikan muncul pada aspek sumber daya manusia, seperti kekurangan staf programmer dan perekam medis, resistensi pengguna, serta kendala teknis seperti ketidakstabilan jaringan internet dan gangguan pada sistem tanda tangan elektronik.Selain itu, tampilan aplikasi RME dinilai masih memiliki banyak menu dan isian berulang yang berdampak pada waktu pelayanan yang belum optimal dan kelengkapan berkas elektronik yang belum sepenuhnya sesuai standar, meskipun tim IT siap memberikan pendampingan teknis.
Mengingat tantangan yang dihadapi dalam implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) di Instalasi Rawat Jalan RS Ernaldi Bahar, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memberikan wawasan lebih mendalam. Pertama, penelitian mendatang dapat berfokus pada studi komparatif mengenai efektivitas berbagai strategi pengelolaan infrastruktur jaringan dan solusi teknologi cadangan untuk memastikan stabilitas sistem RME di rumah sakit dengan kondisi serupa. Hal ini penting mengingat kendala sinyal internet dan gangguan aplikasi eksternal seperti BPJS dan TTE yang masih sering terjadi, yang secara langsung memengaruhi kelancaran pelayanan. Selanjutnya, investigasi lebih lanjut perlu dilakukan untuk menganalisis secara kualitatif dan kuantitatif faktor-faktor psikologis dan sosial yang menyebabkan resistensi atau kesulitan adaptasi tenaga kesehatan terhadap RME, terutama di kalangan usia yang lebih senior dan mereka yang mengalami beban kerja ganda. Studi ini dapat mengidentifikasi jenis dukungan dan program pelatihan yang paling efektif untuk meningkatkan tingkat adopsi dan kompetensi penggunaan RME di antara seluruh staf. Terakhir, sangat relevan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap desain antarmuka pengguna (UI/UX) aplikasi RME SIMGOS dengan melibatkan pengguna langsung dari berbagai profesi guna mengidentifikasi secara spesifik elemen-elemen yang menyebabkan pengisian berulang dan memperlambat proses pelayanan. Dari hasil evaluasi ini, dapat dirumuskan rekomendasi desain untuk optimalisasi fitur dan menu RME yang lebih intuitif, efisien, serta mampu mengintegrasikan sepenuhnya berkas-berkas penting yang saat ini masih manual, seperti SJP dan resume medis rawat jalan.
| File size | 400.16 KB |
| Pages | 22 |
| DMCA | Report |
Related /
PLBPLB Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model mencapai akurasi sebesar 89%, dengan nilai macro-average dan weighted-average sebesar 90%. Temuan ini menunjukkanHasil evaluasi menunjukkan bahwa model mencapai akurasi sebesar 89%, dengan nilai macro-average dan weighted-average sebesar 90%. Temuan ini menunjukkan
HAMZANWADIHAMZANWADI Pemerintah Indonesia saat ini sedang menggalakkan pembelajaran Abad 21 dengan penerapan HOTS (High Order Thinking Skill) dan TPACK (Technological, Pedagogical,Pemerintah Indonesia saat ini sedang menggalakkan pembelajaran Abad 21 dengan penerapan HOTS (High Order Thinking Skill) dan TPACK (Technological, Pedagogical,
HAMZANWADIHAMZANWADI Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik dan penuh antusias dari para peserta. Para peserta merasakan pentingnya untuk melakukanKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berjalan dengan baik dan penuh antusias dari para peserta. Para peserta merasakan pentingnya untuk melakukan
HAMZANWADIHAMZANWADI Salah satu solusi yang dapat digunakan adalah menggunakan ekstrak dari tanaman serai untuk digunakan menjadi pestisida organik. Tujuan dari kegiatan pengabdianSalah satu solusi yang dapat digunakan adalah menggunakan ekstrak dari tanaman serai untuk digunakan menjadi pestisida organik. Tujuan dari kegiatan pengabdian
HAMZANWADIHAMZANWADI Metode pelaksanaan meliputi ceramah, pendampingan, dan praktik langsung menggunakan aplikasi hand craft. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara offlineMetode pelaksanaan meliputi ceramah, pendampingan, dan praktik langsung menggunakan aplikasi hand craft. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara offline
HAMZANWADIHAMZANWADI Selain itu, peserta siswa juga dituntut untuk dapat mempresentasikan materi presentasinya tersebut di depan kelas, dalam hal ini lokasi pelatihan adalahSelain itu, peserta siswa juga dituntut untuk dapat mempresentasikan materi presentasinya tersebut di depan kelas, dalam hal ini lokasi pelatihan adalah
LP3KAMANDANULP3KAMANDANU 100% peserta menunjukkan pemahaman yang sangat baik dan kemampuan memproduksi pestisida nabati secara mandiri. 95% peserta berkomitmen menerapkan pestisida100% peserta menunjukkan pemahaman yang sangat baik dan kemampuan memproduksi pestisida nabati secara mandiri. 95% peserta berkomitmen menerapkan pestisida
EDUPEDEDUPED F yaitu keadaan umum bayi baik, tanda vital dalam batas normal, ASI sudah lancar, bayi minum ASI > 8x sehari, ibu sudah bisa menyusui bayinya dengan teknikF yaitu keadaan umum bayi baik, tanda vital dalam batas normal, ASI sudah lancar, bayi minum ASI > 8x sehari, ibu sudah bisa menyusui bayinya dengan teknik
Useful /
HAMZANWADIHAMZANWADI Tujuan program kemitraan dosen dan guru adalah untuk mempertahankan kualitas pembelajaran di sekolah yang dilaksanakan secara daring. Selain itu kegiatanTujuan program kemitraan dosen dan guru adalah untuk mempertahankan kualitas pembelajaran di sekolah yang dilaksanakan secara daring. Selain itu kegiatan
HAMZANWADIHAMZANWADI Pendidikan menjadi salah satu bidang yang perlu beradaptasi secara cermat dalam memberikan proses pembelajaran pada kondisi pandemi Covid-19. Layanan BimbinganPendidikan menjadi salah satu bidang yang perlu beradaptasi secara cermat dalam memberikan proses pembelajaran pada kondisi pandemi Covid-19. Layanan Bimbingan
HAMZANWADIHAMZANWADI Kegiatan pelatihan ini berbentuk pelatihan kompleksitas sederhana, yaitu mengikuti contoh yang sudah disediakan yang terdiri dari dua sesi: 1) PengenalanKegiatan pelatihan ini berbentuk pelatihan kompleksitas sederhana, yaitu mengikuti contoh yang sudah disediakan yang terdiri dari dua sesi: 1) Pengenalan
LOCUSMEDIALOCUSMEDIA Putusan ini memperkuat kedudukan hukum pemilik rahasia dagang dan menjadi preseden penting bagi perlindungan industri berbasis inovasi. 1713 K/Pdt/2010Putusan ini memperkuat kedudukan hukum pemilik rahasia dagang dan menjadi preseden penting bagi perlindungan industri berbasis inovasi. 1713 K/Pdt/2010