UNTAGUNTAG

JEA17: Jurnal Ekonomi AkuntansiJEA17: Jurnal Ekonomi Akuntansi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode Activity-Based Costing dalam menentukan tarif jasa rawat inap di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya dan membandingkannya dengan tarif yang telah ditetapkan rumah sakit. Metode ABC digunakan untuk mengalokasikan biaya berdasarkan aktivitas-aktivitas dalam memberikan layanan guna menentukan jumlah biaya yang dikeluarkan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data primer melalui observasi langsung, wawancara, dan pengumpulan data dari objek penelitian. Perhitungan tarif jasa rawat inap dengan metode ABC dilakukan dalam dua tahap: pertama, mengalokasikan biaya ke aktivitas yang menimbulkan biaya, dan kedua, membebankan biaya aktivitas ke produk. Tarif ditentukan dengan menambahkan biaya rawat inap dan laba yang diharapkan. Hasil perhitungan menunjukkan tarif untuk kelas Suite Rp1.434.298, VVIP Rp1.141.516, VIP Rp757.680, Kelas I Rp706.888, Kelas II Rp643.385, dan Kelas III Rp616.269. Metode ABC terbukti mampu mengalokasikan biaya secara lebih tepat sesuai konsumsi masing-masing aktivitas. Berdasarkan asumsi dalam penelitian, disarankan rumah sakit mengurangi tarif kamar kelas Suite, VVIP, dan VIP untuk menarik lebih banyak pasien. Untuk Kelas I, disarankan menaikkan tarif guna mendapatkan laba lebih besar, sedangkan untuk Kelas II dan III disarankan menambah jumlah tempat tidur atau mencapai kapasitas penuh.

Perhitungan tarif jasa rawat inap dengan metode Activity Based Costing dilakukan melalui dua tahap.penelusuran biaya ke aktivitas dan pembebanan biaya aktivitas ke produk, dengan menambahkan laba yang diharapkan.Metode ABC memberikan hasil tarif yang lebih rendah dibanding tarif rumah sakit untuk kelas Suite, VVIP, dan VIP, namun lebih tinggi untuk Kelas I, II, dan III, akibat adanya subsidi silang dalam penetapan tarif saat ini.Metode ABC terbukti mampu mengalokasikan biaya secara lebih akurat berdasarkan konsumsi aktivitas masing-masing kamar.

Pertama, perlu diteliti bagaimana penerapan metode Activity-Based Costing pada rumah sakit lain dengan tipe dan skala berbeda untuk melihat sejauh mana metode ini dapat diterapkan secara luas dan akurat dalam penetapan tarif jasa rawat inap. Kedua, penting dilakukan penelitian mengenai dampak perubahan tarif berdasarkan hasil perhitungan ABC terhadap tingkat hunian kamar dan kepuasan pasien, terutama di kelas-kelas yang mengalami penurunan tarif seperti Suite, VVIP, dan VIP. Ketiga, perlu dikaji lebih lanjut bagaimana integrasi biaya non-operasional seperti biaya lingkungan dan sosial ke dalam sistem ABC rumah sakit, agar perhitungan biaya menjadi lebih komprehensif dan mendukung keberlanjutan layanan kesehatan yang berkualitas.

Read online
File size599 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test