POLITEKNIKJAMBIPOLITEKNIKJAMBI

Jurnal INOVATORJurnal INOVATOR

This study analyzes the effect of Shielded Metal Arc Welding (SMAW) welding process parameter variations on the quality of welded joints in 304 Stainless steel by varying the current (65 A, 75 A, and 95 A), electrode diameter (2.0 mm; 2.6 mm; 3.2 mm), and weld type (I, V, and X). Evaluation is carried out through tensile tests to determine tensile load, stress, and strain, as well as Non-Destructive Test (NDT) dye penetrant method to detect surface defects. Taguchi L27 design is used to analyze the contribution of each parameter to the quality of the joint. The results show that current is the most influential factor on tensile strength, followed by electrode diameter and weld type. The optimal combination is obtained at a current of 95 A, a 3.2 mm electrode, and an X (double V) weld, with an average tensile load of 87.65 kN, a stress of 730.42 MPa, and a strain reaching 100% which shows the best mechanical performance. Overall, this study confirms that proper welding parameter settings are crucial for the mechanical integrity and quality of 304 Stainless steel welded joints.. . Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi parameter proses pengelasan Shielded Metal Arc Welding (SMAW) terhadap kualitas sambungan las pada Stainless steel 304 dengan memvariasikan arus (65 A, 75 A, dan 95 A), diameter elektroda (2,0 mm; 2,6 mm; 3,2 mm), dan jenis kampuh (I, V, dan X). Evaluasi dilakukan melalui uji tarik untuk menentukan beban tarik, tegangan, dan regangan, serta uji Non-Destructive Test (NDT) metode dye penetrant untuk mendeteksi cacat permukaan. Desain Taguchi L27 digunakan untuk menganalisis kontribusi setiap parameter terhadap kualitas sambungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus merupakan faktor paling berpengaruh terhadap kekuatan tarik, diikuti diameter elektroda dan jenis kampuh. Kombinasi optimal diperoleh pada arus 95 A, elektroda 3,2 mm, dan kampuh X (double V), dengan nilai beban tarik rata-rata 87,65 kN, tegangan 730,42 MPa, serta regangan mencapai 100% yang menunjukkan performa mekanis terbaik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa pengaturan parameter pengelasan yang tepat sangat menentukan integritas mekanis dan kualitas sambungan las Stainless steel 304.

Penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan arus dan diameter elektroda berpengaruh positif terhadap nilai regangan, tegangan, dan kekuatan tarik, di mana kombinasi arus 95 A, elektroda 3,2 mm, dan kampuh X (Double V) menghasilkan performa terbaik.Analisis ANOVA dan nilai S/N Ratio mengonfirmasi bahwa arus merupakan parameter paling berpengaruh karena menentukan jumlah panas dan penetrasi las, diikuti jenis kampuh dan diameter elektroda.Secara keseluruhan, kampuh X dengan arus tinggi dan elektroda besar memberikan kualitas sambungan paling optimal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh variasi gas pelindung pada proses pengelasan SMAW terhadap kualitas sambungan Stainless steel 304, mengingat gas pelindung berperan penting dalam mencegah oksidasi dan kontaminasi selama pengelasan. Kedua, studi komparatif antara metode pengelasan SMAW dengan metode pengelasan lain seperti GTAW atau laser beam welding perlu dilakukan untuk mengevaluasi efisiensi, biaya, dan kualitas sambungan yang dihasilkan. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model prediksi kekuatan sambungan las berdasarkan parameter pengelasan menggunakan metode machine learning atau artificial intelligence, sehingga dapat membantu optimasi proses pengelasan secara real-time dan mengurangi biaya pengujian. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proses pengelasan pada material Stainless steel 304, serta memperluas pengetahuan tentang perilaku material selama proses penyambungan.

Read online
File size669.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test