POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR
International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceLatar Belakang: Nyeri punggung merupakan keluhan yang sering dirasakan oleh ibu hamil pada trimester ketiga kehamilan. Pada periode ini, uterus membesar dan menyebabkan otot-otot punggung bawah ibu hamil meregang, menyebabkan nyeri. Salah satu terapi non-farmakologis untuk mengatasi keluhan nyeri punggung adalah teknik relaksasi dengan Relaksasi Otot Progresif (PMR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Relaksasi Otot Progresif (PMR) terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Metode: Penelitian ini merupakan studi pilot pre-eksperimen dengan desain pretest-posttest satu kelompok saja. Penelitian ini menggunakan 5 ibu hamil trimester ketiga yang mengalami nyeri punggung sebagai sampel. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi yang berisi penilaian skala nyeri Numeric Rating Scale (NRS). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t sampel berpasangan dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil: Terdapat penurunan rata-rata skala nyeri pada ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan terapi Relaksasi Otot Progresif (PMR), yaitu dari 4,4 menjadi 0,2. Hasil uji t sampel berpasangan diperoleh nilai p (0,001) < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan rata-rata antara skala nyeri ibu hamil trimester ketiga sebelum dan sesudah diberikan terapi Relaksasi Otot Progresif (PMR). Kesimpulan: Terdapat pengaruh penggunaan terapi Relaksasi Otot Progresif (PMR) terhadap nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian terapi non-farmakologis Relaksasi Otot Progresif (PMR) efektif dalam mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil trimester ketiga di Puskesmas Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa PMR dapat menjadi alternatif penanganan nyeri punggung pada ibu hamil.Oleh karena itu, disarankan untuk menerapkan PMR sebagai bagian dari perawatan kehamilan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas hidup ibu hamil.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan melibatkan berbagai populasi ibu hamil untuk memperkuat generalisasi temuan. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas PMR dengan teknik relaksasi lainnya, seperti yoga atau meditasi, dalam mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali pengalaman dan persepsi ibu hamil terhadap penerapan PMR, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan dan tantangan dalam implementasinya. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manfaat PMR dan mengembangkan intervensi yang lebih efektif untuk mengatasi nyeri punggung pada ibu hamil, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan bayi selama masa kehamilan.
- The Effectiveness of Non-Pharmaceutical Interventions Upon Pregnancy-Related Low Back Pain: A Systematic... cureus.com/articles/51065-the-effectiveness-of-non-pharmaceutical-interventions-upon-pregnancy-related-low-back-pain-a-systematic-review-and-meta-analysisThe Effectiveness of Non Pharmaceutical Interventions Upon Pregnancy Related Low Back Pain A Systematic cureus articles 51065 the effectiveness of non pharmaceutical interventions upon pregnancy related low back pain a systematic review and meta analysis
- PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI MENSTRUASI (DISMENORE) PADA REMAJA... doi.org/10.31004/prepotif.v5i1.1550PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI MENSTRUASI DISMENORE PADA REMAJA doi 10 31004 prepotif v5i1 1550
| File size | 262.01 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Then respondents given a posttest, and the average is 89. 6. The paired T-test shows that there is a significant difference between respondents knowledgeThen respondents given a posttest, and the average is 89. 6. The paired T-test shows that there is a significant difference between respondents knowledge
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR The sample for this research was 40 female students at Denpasar National Junior High School who met the inclusion and exclusion criteria. The instrumentsThe sample for this research was 40 female students at Denpasar National Junior High School who met the inclusion and exclusion criteria. The instruments
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR sig = 0,043 yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat antara pengetahuan dan status vaksin Covid-19 pada ibu hamil. Kemudian pada uji Chi Square,sig = 0,043 yang berarti terdapat hubungan yang cukup kuat antara pengetahuan dan status vaksin Covid-19 pada ibu hamil. Kemudian pada uji Chi Square,
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Lokasi penelitian dilakukan di tiga Pusat Kesehatan Masyarakat di Provinsi Bali. Sampel penelitian adalah wanita pada akhir trimester ketiga kehamilanLokasi penelitian dilakukan di tiga Pusat Kesehatan Masyarakat di Provinsi Bali. Sampel penelitian adalah wanita pada akhir trimester ketiga kehamilan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR 000, which is less than 0. 05 so that Ha is accepted and Ho is rejected, which means that there is a significant effect of giving Selarindu (Seduhan Rosella000, which is less than 0. 05 so that Ha is accepted and Ho is rejected, which means that there is a significant effect of giving Selarindu (Seduhan Rosella
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Berdasarkan faktor tidak langsung, sebagian besar ibu balita stunting berusia tidak berisiko saat hamil, memiliki tinggi badan normal, tingkat pendidikanBerdasarkan faktor tidak langsung, sebagian besar ibu balita stunting berusia tidak berisiko saat hamil, memiliki tinggi badan normal, tingkat pendidikan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Latar belakang: Data mengenai kejadian dismenore primer di Indonesia adalah 54,89%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan intensitasLatar belakang: Data mengenai kejadian dismenore primer di Indonesia adalah 54,89%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan intensitas
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Biskuit merupakan produk bakery yang dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain. Kebutuhan tepung terigu di Indonesia dipenuhiBiskuit merupakan produk bakery yang dibuat dari tepung terigu dengan atau tanpa penambahan bahan makanan lain. Kebutuhan tepung terigu di Indonesia dipenuhi
Useful /
STIKBARSTIKBAR Latar Belakang: Jumlah tenaga kerja di unit laboratorium rumah sakit Anutapura Palu adalah 30 orang, tetapi masih terdapat masalah dalam hal pemeriksaanLatar Belakang: Jumlah tenaga kerja di unit laboratorium rumah sakit Anutapura Palu adalah 30 orang, tetapi masih terdapat masalah dalam hal pemeriksaan
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Latar belakang: Demam tifoid adalah infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan prevalensi penyakit ini di Indonesia mencapai 1,6%.Latar belakang: Demam tifoid adalah infeksi sistemik akut yang disebabkan oleh Salmonella typhi dengan prevalensi penyakit ini di Indonesia mencapai 1,6%.
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Populasi penelitian adalah anak usia 12-59 bulan yang menderita pilek biasa dan dirawat di Puskesmas Pandanaran Semarang, yang dikumpulkan antara 28 AprilPopulasi penelitian adalah anak usia 12-59 bulan yang menderita pilek biasa dan dirawat di Puskesmas Pandanaran Semarang, yang dikumpulkan antara 28 April
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Hasil skrining fitokimia teh kombinasi daun salam dan kemangi menunjukkan keberadaan alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin dalam sampel. Ketiga formulasiHasil skrining fitokimia teh kombinasi daun salam dan kemangi menunjukkan keberadaan alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin dalam sampel. Ketiga formulasi