SERAMBI MEKKAHSERAMBI MEKKAH

Jurnal Serambi EngineeringJurnal Serambi Engineering

Penggunaan minyak goreng bekas berulang dapat menyebabkan gangguan kesehatan. Gangguan tersebut disebabkan oleh tingginya bilangan peroksida yang dipicu oleh oksidasi dan hidrolisis minyak dengan adanya asam lemak bebas dan kandungan air yang tinggi dalam minyak. Pemanfaatan kembali minyak goreng bekas dapat dilakukan dengan beberapa alternatif seperti penambahan antioksidan alami atau sintesis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh perendaman kulit buah cokelat basah dan kering terhadap kualitas minyak goreng bekas. Parameter yang dilihat adalah kandungan/kadar air, bilangan asam, bilangan peroksida dan kadar asam lemak bebas. Kadar air ditetapkan dengan metode pengeringan oven, bilangan asam serta kadar asam lemak bebas ditentukan dengan metode titrasi alkali metri dan bilangan peroksida menggunakan metode iodometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak goreng bekas yang direndam dengan kulit buah cokelat kering lebih optimal dalam menurunkan bilangan peroksida sebesar 38,71%, sedangkan perendaman dengan kulit basah hanya 12,14%. Kadar air meningkat sebesar 0,08% pada perendaman dengan kulit buah cokelat kering, sedangkan kulit basah sebesar 1,63%. Bilangan asam meningkat 17,42% pada perendaman dengan kulit buah cokelat kering, sedangan kulit basah sebesar 36%. Kadar asam lemak bebas meningkat 0,64% pada perendaman dengan kulit kering dan perendaman dengan kulit buah cokelat basah meningkat sebanyak 0,82%.

Perendaman minyak goreng bekas dengan kulit buah cokelat dapat menurunkan bilangan peroksida, namun penurunan lebih besar terjadi pada perendaman menggunakan kulit kering dibandingkan kulit basah.Parameter kualitas minyak lain seperti kadar air, bilangan asam, dan kadar asam lemak bebas mengalami peningkatan setelah perendaman, baik dengan kulit basah maupun kering.Kenaikan parameter tersebut lebih rendah pada perlakuan dengan kulit kering, sehingga lebih direkomendasikan untuk digunakan dalam perbaikan kualitas minyak goreng bekas.

Pertama, perlu diteliti efektivitas ekstrak kering kulit buah cokelat dalam bentuk serbuk atau tablet terhadap penurunan bilangan peroksida untuk meminimalkan peningkatan kadar air akibat perendaman basah. Kedua, perlu dikaji penggunaan kombinasi kulit buah cokelat kering dengan bahan penyerap air alami seperti arang tempurung kelapa guna mengendalikan kenaikan kadar air dan bilangan asam selama proses pemurnian minyak goreng bekas. Ketiga, penting untuk menguji dampak penggunaan minyak yang telah diperbaiki dengan kulit cokelat kering terhadap kesehatan hewan percobaan dalam jangka panjang, untuk mengevaluasi keamanan konsumsi minyak hasil perendaman tersebut secara berkelanjutan. Ketiga arah penelitian ini dapat membawa solusi yang lebih efektif, stabil, dan aman dalam upaya daur ulang minyak goreng bekas menggunakan limbah kulit buah cokelat.

Read online
File size373.26 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test