MACHUNGMACHUNG
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra)KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra)Artikel ini membahas risalah “Poetics karya Aristotle, mengeksplorasi pokok-pokok pemikirannya tentang estetika drama dan meninjau kembali perdebatan seputar apakah Poetics menghadirkan teori estetika. Meskipun Marshall berpendapat bahwa Poetics lebih merupakan analisis penciptaan sastra daripada teori estetika, pandangan ini dinilai terlalu sempit dalam konteks estetika modern yang tidak hanya berorientasi pada objek keindahan filosofis, melainkan juga mencakup aspek seniman, publik seni, nilai seni, dan pengalaman seni. Penulis mengkontraskan konsep Mimesis Praxeos Aristotle, yang menganggap imitasi sebagai hal yang wajar dan sarana pembelajaran serta pemurnian jiwa (katarsis), dengan Mimesis Platonik yang memandang seni sebagai tiruan realitas yang merusak. Pada akhirnya, pemikiran Aristotle dalam Poetics, yang memiliki kecenderungan formalistik namun bermuara pada fungsionalisme, dianggap relevan dalam paradigma estetika modern, karena menyajikan drama bermutu yang mendidik tentang keutamaan moral.
Studi ini secara fundamental membedakan konsep Mimesis Praxeos Aristotle, yang memandang imitasi tindakan sebagai sarana pembelajaran dan penyucian jiwa (katarsis), dari Mimesis Platonik yang menganggap seni sebagai tiruan objek yang berpotensi merusak akal dan stabilitas moral.Meskipun menunjukkan kecenderungan formalistik, pemikiran estetika Aristotle dalam Poetics akhirnya bermuara pada fungsionalisme, menekankan pada penciptaan drama bermutu yang mendidik masyarakat tentang keutamaan moral.Oleh karena itu, karya-karya filosof klasik seperti Poetics sebaiknya diurai secara mendalam untuk menghindari reduksi makna, bukan sekadar dirangkum.
Penelitian ini telah membuka pemahaman yang lebih dalam tentang Risalah Poetics karya Aristotle, khususnya dalam konteks estetika modern dan perbandingan dengan pemikiran Platon. Berangkat dari diskusi ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi untuk memperkaya wawasan kita secara signifikan. Pertama, sangat menarik untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip fundamental yang diuraikan oleh Aristotle dalam Poetics, seperti struktur alur yang utuh, pengembangan karakter yang konsisten, dan mekanisme katarsis yang memurnikan emosi, dapat diadaptasi atau diterapkan pada bentuk-bentuk seni kontemporer. Studi ini bisa meninjau relevansi atau transformasi elemen-elemen tersebut dalam narasi modern, seperti film, serial televisi, atau bahkan karya seni digital interaktif, serta menelaah penyesuaian yang diperlukan untuk memahami dampak estetiknya saat ini. Kedua, penting untuk melakukan eksplorasi komparatif estetika Aristotle dengan tradisi seni dan sastra dari kebudayaan non-Barat, seperti drama tradisional Asia atau Afrika. Penelitian semacam ini dapat menguji universalitas atau kekhasan teori Aristotle sekaligus mengungkapkan kekayaan pemikiran estetika dari berbagai belahan dunia, melampaui perspektif Eurosentris. Terakhir, mengingat penekanan dalam tulisan ini bahwa karya-karya filosofis klasik harus diurai secara mendalam daripada sekadar dirangkum untuk menghindari pemiskinan makna, ada potensi besar untuk mengembangkan metodologi pengajaran yang inovatif. Penelitian dapat fokus pada perancangan pendekatan pedagogis yang mendorong siswa atau pembelajar untuk terlibat secara kritis dengan teks-teks kompleks seperti Poetics, misalnya melalui analisis tekstual mendalam atau proyek kreatif interpretatif, sehingga memupuk pemahaman holistik dan apresiasi terhadap warisan intelektual klasik. Ketiga arah penelitian ini menawarkan jalan untuk terus mengurai kekayaan pemikiran Aristotle dan relevansinya di dunia kontemporer.
| File size | 584.49 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua motif ini mencerminkan keteraturan geometris, yang erat kaitannya dengan konsep simetri dan fraktal, serta merepresentasikanHasil penelitian menunjukkan bahwa kedua motif ini mencerminkan keteraturan geometris, yang erat kaitannya dengan konsep simetri dan fraktal, serta merepresentasikan
ISI PADANGPANJANGISI PADANGPANJANG Transformasi Tabut dari ritual sakral menjadi festival publik menunjukkan adaptasi terhadap perubahan sosial‑ekonomi, khususnya pariwisata, dan menegaskanTransformasi Tabut dari ritual sakral menjadi festival publik menunjukkan adaptasi terhadap perubahan sosial‑ekonomi, khususnya pariwisata, dan menegaskan
ISBIISBI Ia berupaya lari dari Yogyakarta ke Jakarta, dan akhirnya tertangkap, kemudian dipenjara di Benteng Vredeburgh dan Wirogunan. Djokopekik menuai suksesIa berupaya lari dari Yogyakarta ke Jakarta, dan akhirnya tertangkap, kemudian dipenjara di Benteng Vredeburgh dan Wirogunan. Djokopekik menuai sukses
169169 Setiap karya seni dilihat sebagai jaringan makna yang saling terkait, membentuk struktur dinamis seperti jaring laba-laba. Pendekatan intertekstualitasSetiap karya seni dilihat sebagai jaringan makna yang saling terkait, membentuk struktur dinamis seperti jaring laba-laba. Pendekatan intertekstualitas
ASDKVIASDKVI Penataan ruang dan sirkulasi memanfaatkan prinsip postmodern space, di mana ruang-ruang tampak terpisah namun tetap terhubung secara visual dan fungsional,Penataan ruang dan sirkulasi memanfaatkan prinsip postmodern space, di mana ruang-ruang tampak terpisah namun tetap terhubung secara visual dan fungsional,
ISI PADANGPANJANGISI PADANGPANJANG The objectives of this art creation are: (1) to elaborate the concept of happiness through the symbolism of rubber duck toys, (2) to develop creative ideasThe objectives of this art creation are: (1) to elaborate the concept of happiness through the symbolism of rubber duck toys, (2) to develop creative ideas
IAIANNAWAWIIAIANNAWAWI Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan sebuah tata-kelola seni yang menyampaikan nilai-nilai kepahlawanan dalam Islam dikemas dalam bentuk galery.Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan sebuah tata-kelola seni yang menyampaikan nilai-nilai kepahlawanan dalam Islam dikemas dalam bentuk galery.
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Meskipun demikian masih diperlukan tindak lanjut dari upaya pendampingan yang telah dilakukan, kususnya terkait dengan penggunaan QR Code sebagai motifMeskipun demikian masih diperlukan tindak lanjut dari upaya pendampingan yang telah dilakukan, kususnya terkait dengan penggunaan QR Code sebagai motif
Useful /
STAI MUSADDADIYAHSTAI MUSADDADIYAH Namun, pada praktiknya di lapangan ada sekitar 31 % Konsumen yang tidak bias membayar utangnya. Sehingga sebagai konsekuensinya sesuai dengan kesepakatanNamun, pada praktiknya di lapangan ada sekitar 31 % Konsumen yang tidak bias membayar utangnya. Sehingga sebagai konsekuensinya sesuai dengan kesepakatan
UNHIUNHI Gagasan program Si Wuwu Areng Gethak merupakan pemanfaatan kesenian pandalungan madura sebagai media preventif stop stigma penyandang disabilitas remajaGagasan program Si Wuwu Areng Gethak merupakan pemanfaatan kesenian pandalungan madura sebagai media preventif stop stigma penyandang disabilitas remaja
STIQ ALMULTAZAMSTIQ ALMULTAZAM Kedua, analisis kuantitatif menunjukkan bahwa sholat memiliki pengaruh signifikan terhadap akhlak siswa, memberikan kontribusi sebesar 14,9%. Temuan iniKedua, analisis kuantitatif menunjukkan bahwa sholat memiliki pengaruh signifikan terhadap akhlak siswa, memberikan kontribusi sebesar 14,9%. Temuan ini
MACHUNGMACHUNG Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kalimat yang diproduksi oleh pembelajar dapat dikategorikan menjadi dua, yakni kalimat berklausa dan kalimat tidakHasil penelitian ini menunjukkan bahwa kalimat yang diproduksi oleh pembelajar dapat dikategorikan menjadi dua, yakni kalimat berklausa dan kalimat tidak