UMSUMS

Forum GeografiForum Geografi

Sungai Citarum di Indonesia merupakan wilayah yang sensitif dan strategis, dan dikenal sebagai sungai terpolusi di dunia. Akar masalahnya terletak pada adanya kesenjangan sepanjang koridor yang tidak tunduk pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini bertujuan untuk (1) menyajikan data empiris yang menggambarkan kesenjangan spasial ini, dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mendasarinya. Pendekatan analitis spasial digunakan, yang menggabungkan teknologi geospasial dan drone Autel EVO 2 Pro V3, bersama dengan survei kuesioner berdasarkan analisis keputusan multi-kriteria (MCDA) (37 responden) dan wawancara mendalam dengan masyarakat setempat (35 responden). Analisis Sektor 3 menunjukkan kesenjangan tertinggi (49,85%) dalam cakupan area kesenjangan, sedangkan Sektor 1 menunjukkan yang terendah (9,41%). Investigasi komprehensif dilakukan menggunakan MCDA untuk memeriksa penyebab mendasar dari kesenjangan ini. Temuan menunjukkan bahwa faktor ekonomi, lingkungan, dan demografi; pengetahuan masyarakat tentang RTRW; peran RTRW; dan keterlibatan masyarakat dengan RTRW adalah penyebab utama kesenjangan yang diamati sepanjang koridor Sungai Citarum (Sektor 1-4). Kami merekomendasikan agar RTRW diselaraskan dengan kondisi geospasial aktual; mengadopsi zonasi adaptif; menegakkan hukum; dan meningkatkan jangkauan publik untuk pengelolaan Sungai Citarum yang berkelanjutan.

Regional spatial planning (RTRW) merupakan kerangka penting untuk mengarahkan praktik penggunaan lahan.Namun, kesenjangan spasial tetap terjadi, seperti yang terlihat di sepanjang koridor Sungai Citarum, berdasarkan investigasi lapangan kami yang mencakup Sektor 1, 2, 3, dan 4.Kesenjangan paling menonjol diidentifikasi di Sektor 3, mencakup sekitar 85,60 ha dari total 1.615,79 ha (49,85%), sedangkan kesenjangan terkecil terjadi di Sektor 1, sekitar 16,16 ha dari total 2.Selain itu, analisis kami mengungkapkan bahwa pengaruh dinamika antar-sektor dari hulu ke hilir menyumbang sekitar 69,4% dari variasi kesenjangan.Ekspansi kawasan pemukiman, sawah, dan zona industri telah menjadi penyebab utama kesenjangan ini.Selain pengukuran kuantitatif, kami melakukan eksplorasi mendalam tentang perspektif masyarakat setempat di sepanjang koridor sungai mengenai penggunaan lahan dan RTRW.Menggunakan MCDA, kami menyimpulkan bahwa kesenjangan ini didorong oleh faktor-faktor kualitatif yang saling terkait, yaitu kondisi ekonomi, tekanan lingkungan, karakteristik demografi, pengetahuan masyarakat tentang RTRW, peran RTRW dalam masyarakat, dan antusiasme masyarakat terhadap implementasinya.

Berdasarkan temuan penelitian ini, kami merekomendasikan beberapa langkah untuk mengatasi kesenjangan antara perencanaan tata ruang regional dan penggunaan lahan aktual di sepanjang koridor Sungai Citarum. Pertama, kami menyarankan agar RTRW diselaraskan dengan kondisi geospasial yang ada melalui penilaian spasial berkala di sektor-sektor lainnya menggunakan teknologi geospasial canggih. Kedua, kami mengusulkan agar zonasi adaptif diterapkan untuk mengakomodasi perubahan penggunaan lahan yang terjadi di sektor-sektor dengan tingkat relaksasi tinggi, seperti Sektor 3. Ketiga, kami menekankan pentingnya penegakan hukum yang kuat dengan mekanisme insentif dan sanksi yang jelas untuk pelanggaran RTRW. Terakhir, kami menyarankan agar dilakukan kampanye penyuluhan publik secara berkala untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang fungsi dan peran RTRW di sepanjang koridor Sungai Citarum. Dengan menggabungkan pendekatan ini, kami berharap dapat mengurangi kesenjangan antara perencanaan tata ruang regional dan penggunaan lahan aktual, serta mendukung pengelolaan Sungai Citarum yang berkelanjutan.

  1. A Phenomenon of Disparity Between Regional Spatial Planning and Actual Land Use in the Citarum River... journals2.ums.ac.id/fg/article/view/10379A Phenomenon of Disparity Between Regional Spatial Planning and Actual Land Use in the Citarum River journals2 ums ac fg article view 10379
  2. Investigating the Spatial Relation between Landuse and Property Crime in Kuching, Sarawak through Location... doi.org/10.23917/forgeo.v38i2.4575Investigating the Spatial Relation between Landuse and Property Crime in Kuching Sarawak through Location doi 10 23917 forgeo v38i2 4575
  3. Citarum Living Lab: Co-creating visions for sustainable river revitalisation | PLOS Water. citarum living... doi.org/10.1371/journal.pwat.0000200Citarum Living Lab Co creating visions for sustainable river revitalisation PLOS Water citarum living doi 10 1371 journal pwat 0000200
Read online
File size3.69 MB
Pages29
DMCAReport

Related /

ads-block-test