UNIBAUNIBA

Zona Mesin: Program Studi Teknik Mesin Universitas BatamZona Mesin: Program Studi Teknik Mesin Universitas Batam

Dalam proses pengelasan akan timbul tegangan sisa pada daerah lasan, dimana tegangan sisa ini akan mempengaruhi hasil pengelasan yang diinginkan. Untuk mengurangi atau menghilangkan tegangan sisa tersebut, dilakukan proses perlakuan panas PWHT (Post Weld Heat Treatment). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh PWHT terhadap perubahan sifat mekanis hasil pengelasan baja S275J2 dengan menggunakan teknik pengelasan SMAW setelah pengelasan. Proses PWHT dilakukan pada temperatur 600°C selama 1 jam, diikuti dengan pengujian struktur mikro, uji impak Charpy (toughness), dan kekerasan (hardness). Hasil uji struktur mikro menunjukkan bahwa pengelasan tanpa PWHT dan dengan perlakuan PWHT memiliki fasa ferit dan perlit dengan ukuran butir yang sama (finer), namun struktur butir pada proses pengelasan dengan perlakuan PWHT lebih seragam dan merata. Tenaga patah meningkat sebesar 8.98% di base metal, 26.13% di HAZ, dan 52.78% di weld metal setelah PWHT. Pengujian kekerasan menunjukkan penurunan kekerasan sebesar 10.74% di base metal, 18.54% di HAZ, dan 20% di weld metal setelah PWHT, sesuai dengan tujuan PWHT yaitu meningkatkan ketangguhan dan menurunkan kekerasan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa fasa yang terbentuk setelah pengelasan tanpa PWHT adalah ferit (α) dan perlit (α Fe3C) dengan ukuran butir yang finer.Proses PWHT meningkatkan ketangguhan di semua daerah las, dengan kenaikan terbesar di weld metal (52.Selain itu, PWHT menurunkan kekerasan di base metal, HAZ, dan weld metal, yang sesuai dengan tujuan untuk meningkatkan ketangguhan dan mengurangi tegangan sisa.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengkaji pengaruh variasi temperatur dan waktu PWHT terhadap sifat mekanis dan struktur mikro pengelasan SMAW pada baja S275J2, dengan tujuan menemukan parameter PWHT yang optimal. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan efektivitas PWHT dengan metode reduksi tegangan sisa lainnya, seperti peening atau vibratory stress relief, untuk menentukan solusi yang paling efisien dan ekonomis. Terakhir, penelitian dapat diperluas untuk menginvestigasi pengaruh PWHT terhadap ketahanan korosi dan kelelahan las, terutama pada aplikasi yang terpapar lingkungan korosif atau beban siklik, guna memastikan integritas dan umur pakai sambungan las yang lebih baik.

Read online
File size326.68 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test