WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Pengabdian West ScienceJurnal Pengabdian West Science

Berdasarkan data Puskesmas Padangsari, cakupan pelayanan balita sudah mencapai 100% atau sebanyak 1.167 balita pada tahun 2023. Namun, kasus penyakit pada balita masih cukup tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat, khususnya ibu balita, dalam menerapkan MTBS berbasis masyarakat di lingkungan rumah untuk menurunkan angka kesakitan pada bayi dan balita. Kegiatan ini dilaksanakan pada tahun 2024 dengan peserta ibu bayi dan balita, kader FKK, dan kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Padangsari. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu di Kelurahan Jabungan. Materi yang disampaikan meliputi tanda bahaya pada balita, perawatan di rumah untuk kasus diare, demam, dan batuk, serta perlindungan dari kekerasan dan kekerasan seksual bagi balita. Ibu balita di wilayah Puskesmas Padangsari, khususnya di Kelurahan Jabungan, menunjukkan partisipasi yang baik dan komitmen untuk melakukan pemantauan kesehatan balita mereka.

Terdapat berbagai tindakan yang dapat dilakukan oleh ibu atau pengasuh bayi dan balita di rumah untuk mengantisipasi penyakit pada anak.Perhatian khusus perlu diberikan pada perawatan bayi dan balita sakit, termasuk pemberian obat, pengawasan tanda bahaya, dan penentuan waktu yang tepat untuk mencari pertolongan medis.Partisipasi aktif ibu bayi, balita, dan kader di wilayah Puskesmas Padangsari, khususnya di Kelurahan Jabungan, dalam program kesehatan sangat baik dan menunjukkan komitmen yang kuat untuk memantau kesehatan balita mereka.

Berdasarkan hasil pengabdian ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada evaluasi efektivitas jangka panjang dari penerapan MTBS berbasis masyarakat oleh ibu balita di rumah, termasuk dampaknya terhadap angka kejadian penyakit dan kunjungan ke fasilitas kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi MTBS berbasis masyarakat, seperti tingkat pendidikan ibu, dukungan keluarga, dan akses terhadap informasi kesehatan. Terakhir, penelitian dapat diarahkan untuk mengembangkan model pelatihan yang lebih inovatif dan interaktif bagi kader kesehatan, agar mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman dan praktik MTBS berbasis masyarakat di tingkat komunitas.

Read online
File size461.4 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test