UNIBUNIB
Jurnal EngganoJurnal EngganoProduksi yang tinggi merupakan tujuan dari budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) secara intensif untuk memenuhi kebutuhan pasar dan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi adalah dengan padat tebar tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pertambahan bobot dan kelangsungan hidup. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposif (Purposive Sampling Method). Hasil penelitian didapatkan bahwa padat tebar 170 dan 175 ekor/m2 memiliki hasil yang lebih baik diakhir pemeliharaan dilihat dari bobot rata-rata dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Padat tebar 170 ekor/m2 menghasilkan bobot rata-rata 29,23 gram/ekor dan tingkat kelangsungan hidup 86,70. Padat tebar 175 ekor/m2 menghasilkan bobot rata-rata 29,18 gram/ekor dan tingkat kelangsungan hidup 82,35.
Padat tebar 170 dan 175 ekor/m2 menghasilkan bobot rata-rata dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih baik.Dalam budidaya udang vaname intensif, kerapatan tebar sangat memengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup.Penentuan padat tebar yang optimal dapat meningkatkan efisiensi produksi.
Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh kombinasi padat tebar dan pola pemberian pakan terhadap pertumbuhan dan kesehatan udang vaname untuk menemukan strategi optimal dalam budidaya intensif. Kedua, penting untuk mengevaluasi bagaimana variasi kualitas air harian memengaruhi stres fisiologis udang pada padat tebar tinggi, sehingga dapat dikembangkan sistem monitoring dan kontrol lingkungan yang lebih responsif. Ketiga, sebaiknya diteliti penerapan teknologi aerasi dinamis yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan dan kepadatan populasi, untuk memastikan pasokan oksigen terlarut tetap stabil dan mendukung kelangsungan hidup secara berkelanjutan.
| File size | 352.38 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
IPBIPB Oleh karena itu, pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan (SFM) menjadi sangat penting untuk menyeimbangkan kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan,Oleh karena itu, pengelolaan hutan mangrove yang berkelanjutan (SFM) menjadi sangat penting untuk menyeimbangkan kebutuhan ekonomi, sosial, dan lingkungan,
UNBUNB Pengumpulan data dilakukan dengan metode point count dan transek sebanyak 3 titik yang diasumsikan 1 titik mewakili satu ekosistem yaitu ekosistem rawa,Pengumpulan data dilakukan dengan metode point count dan transek sebanyak 3 titik yang diasumsikan 1 titik mewakili satu ekosistem yaitu ekosistem rawa,
AKABAAKABA Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pentingnyaMetode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yuridis normatif dengan mengkaji peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan pentingnya
UPPRUPPR Potensi mikoparasitik Trichoderma sp tergantung keberadaan jamur kompetitornya dan kemampuan jamur tersebut menginduksi mekanisme ketahanan alami tanaman.Potensi mikoparasitik Trichoderma sp tergantung keberadaan jamur kompetitornya dan kemampuan jamur tersebut menginduksi mekanisme ketahanan alami tanaman.
UNTAG SMDUNTAG SMD Keanekaragaman semut (Hymenoptera: Formicidae) di Bukit Nenek Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Bangka Selatan. Taman Wisata Alam Gunung Permisan, KabupatenKeanekaragaman semut (Hymenoptera: Formicidae) di Bukit Nenek Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Bangka Selatan. Taman Wisata Alam Gunung Permisan, Kabupaten
UNIMALUNIMAL Pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan kelompok dagang wisata pantai merupakan strategi efektif untuk memperkuat partisipasi masyarakat, mengontrolPembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan kelompok dagang wisata pantai merupakan strategi efektif untuk memperkuat partisipasi masyarakat, mengontrol
PUBLIKASI UNTAGCIREBONPUBLIKASI UNTAGCIREBON Mayoritas responden mendukung pengelolaan wisata mangrove yang berkelanjutan dan penerapan sanksi tegas terhadap pelaku perusakan hutan mangrove. HasilMayoritas responden mendukung pengelolaan wisata mangrove yang berkelanjutan dan penerapan sanksi tegas terhadap pelaku perusakan hutan mangrove. Hasil
UNAIRUNAIR Kepadatan tertingginya berada di Stasiun 3 (05.00 ind/m2) dan terendahnya di Stasiun 1 (02.00 ind/m2). Selain itu, fauna makrobentik Atilia (Columbella)Kepadatan tertingginya berada di Stasiun 3 (05.00 ind/m2) dan terendahnya di Stasiun 1 (02.00 ind/m2). Selain itu, fauna makrobentik Atilia (Columbella)
Useful /
IPBIPB Hasil penelitian menunjukkan laju erosi berkisar antara 163,49 hingga 1. 194,16 ton/ha/tahun dengan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sangat berat. Nilai TSSHasil penelitian menunjukkan laju erosi berkisar antara 163,49 hingga 1. 194,16 ton/ha/tahun dengan Tingkat Bahaya Erosi (TBE) sangat berat. Nilai TSS
IPBIPB Namun, dampak tersebut juga dapat bersifat negatif, berupa degradasi lingkungan seperti gangguan kebisingan, debu, perubahan iklim mikro, serta perubahanNamun, dampak tersebut juga dapat bersifat negatif, berupa degradasi lingkungan seperti gangguan kebisingan, debu, perubahan iklim mikro, serta perubahan
IPBIPB 33 ton ha-1 tinggi dibandingkan dengan produktivitas pada pola perladangan berpindah sebesar 3. 12 ton ha-1, sehingga tumpangsari dapat menjadi salah satu33 ton ha-1 tinggi dibandingkan dengan produktivitas pada pola perladangan berpindah sebesar 3. 12 ton ha-1, sehingga tumpangsari dapat menjadi salah satu
UNIBUNIB Penelitian dilakukan pada bulan Agustus 2016 dengan menggunakan metode Lyzenga, koreksi citra, serta klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubunganPenelitian dilakukan pada bulan Agustus 2016 dengan menggunakan metode Lyzenga, koreksi citra, serta klasifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan