UMJ PremiumUMJ Premium
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada masa ini terjadi peningkatan kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan sehingga dibutuhkan asupan gizi yang optimal. Namun, hingga saat ini masih banyak remaja yang memiliki masalah gizi. Berdasarkan hasil RISKESDAS tahun 2018 prevalensi gizi kurus pada remaja usia 12-18 tahun sebesar 4,7% sedangkan di DKI Jakarta memiliki prevalensi yang lebih tinggi yaitu 7%. Salah satu penyebab gizi kurus adalah kurang pengetahuan remaja tentang gizi seimbang. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang gizi seimbang pada remaja. Penelitian ini dilakukan pada 127 siswa di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan desain studi cross sectional. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni tahun 2021 secara online dengan mengirimkan link google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden masih memiliki pengetahuan gizi seimbang yang kurang yaitu sebesar 53,5%. Pihak sekolah diharapkan untuk melakukan edukasi tentang gizi seimbang secara berkala agar pengetahuan siswa tentang gizi seimbang meningkat.
Penelitian ini menemukan bahwa masih banyak responden yang memiliki pengetahuan tentang gizi seimbang yang rendah.Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi gizi seimbang di kalangan siswa remaja.Sekolah diharapkan dapat menjadi fasilitator utama dalam memberikan edukasi tersebut secara berkala dan terstruktur.
Pertama, perlu dikaji lebih dalam mengenai pengaruh media sosial terhadap pengetahuan remaja tentang gizi seimbang, mengingat tingginya akses remaja terhadap platform digital; apakah informasi gizi yang mereka terima akurat dan mudah dipahami? Kedua, penting untuk mengevaluasi efektivitas metode edukasi gizi yang selama ini diterapkan di sekolah, seperti penyuluhan konvensional, dibandingkan dengan metode inovatif berbasis game atau aplikasi interaktif, untuk melihat mana yang lebih meningkatkan retensi pengetahuan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian longitudinal yang mengamati bagaimana perubahan pengetahuan tentang gizi seimbang dari waktu ke waktu dapat memengaruhi perilaku makan dan status gizi siswa secara nyata, termasuk faktor-faktor pendukung atau penghambat di lingkungan keluarga dan sekolah. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan gambaran komprehensif untuk merancang intervensi edukasi yang lebih relevan, menarik, dan berkelanjutan bagi remaja di perkotaan seperti Jakarta.
| File size | 470.15 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
SALNESIASALNESIA Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan demonstrasi memasak efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu dalam memanfaatkanTemuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan demonstrasi memasak efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu dalam memanfaatkan
SALNESIASALNESIA Salah satu faktor risiko terjadinya stunting adalah faktor ekonomi. Tingkat pengelolaan keuangan rumah tangga memegang peranan penting dalam memilih makananSalah satu faktor risiko terjadinya stunting adalah faktor ekonomi. Tingkat pengelolaan keuangan rumah tangga memegang peranan penting dalam memilih makanan
LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE Studi ini menyimpulkan bahwa anemia sedang selama trimester ketiga kehamilan pada kasus Ibu “I terutama disebabkan oleh kurangnya kepatuhan terhadapStudi ini menyimpulkan bahwa anemia sedang selama trimester ketiga kehamilan pada kasus Ibu “I terutama disebabkan oleh kurangnya kepatuhan terhadap
UDSUDS Penelitian ini memberi edukasi, distribusi, dan pemantauan konsumsi tablet Fe serta vitamin C di SMK Baitul Hikmah. Hasil screening 18 remaja menunjukkanPenelitian ini memberi edukasi, distribusi, dan pemantauan konsumsi tablet Fe serta vitamin C di SMK Baitul Hikmah. Hasil screening 18 remaja menunjukkan
INSCHOOLINSCHOOL Temuan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah setempat untuk merancang intervensi gizi dan sanitasi yang lebih tepat sasaran. Pembuangan sampah ke sungai,Temuan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah setempat untuk merancang intervensi gizi dan sanitasi yang lebih tepat sasaran. Pembuangan sampah ke sungai,
AHMAREDUCAHMAREDUC Terjadi peningkatan pengetahuan gizi ibu hamil untuk mencegah stunting. Saran yang diberikan kepada kader dan TPG wilayah kerja setempat agar pendampinganTerjadi peningkatan pengetahuan gizi ibu hamil untuk mencegah stunting. Saran yang diberikan kepada kader dan TPG wilayah kerja setempat agar pendampingan
MAHARDIKAMAHARDIKA Tujuan: Menentukan korelasi antara pengetahuan ibu, pemberian ASI eksklusif, dan pola waktu pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balitaTujuan: Menentukan korelasi antara pengetahuan ibu, pemberian ASI eksklusif, dan pola waktu pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita
AKPERAKPER Penelitian ini menggunakan desain analitikdengan pendekatan cross sectional. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah PuskesmaPenelitian ini menggunakan desain analitikdengan pendekatan cross sectional. Populasi target pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di Wilayah Puskesma
Useful /
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Kuesioner telah diberikan kepada 275 orang nasabah yang mengisi dengan lengkap seluruh item kuesioner yang ada. Teknik pengukuran variabel penelitian dilakukanKuesioner telah diberikan kepada 275 orang nasabah yang mengisi dengan lengkap seluruh item kuesioner yang ada. Teknik pengukuran variabel penelitian dilakukan
SALNESIASALNESIA Peningkatan pengetahuan ibu hamil terkait KB pasca persalinan dapat dicapai melalui konseling berkelanjutan dengan media edukatif yang interaktif sepertiPeningkatan pengetahuan ibu hamil terkait KB pasca persalinan dapat dicapai melalui konseling berkelanjutan dengan media edukatif yang interaktif seperti
UMJ PremiumUMJ Premium Faktor-faktor lain seperti aktivitas fisik, kecukupan zat gizi makro, tingkat tidur, dan pendidikan ibu juga turut memengaruhi keteraturan siklus menstruasi.Faktor-faktor lain seperti aktivitas fisik, kecukupan zat gizi makro, tingkat tidur, dan pendidikan ibu juga turut memengaruhi keteraturan siklus menstruasi.
UMSBUMSB Sifat saluran pemasaran dan peran pedagang pengumpul berbeda-beda pada setiap komditi tersebut. Pedagang pengumpul di Kabupaten Lima Puluh Kota memilikiSifat saluran pemasaran dan peran pedagang pengumpul berbeda-beda pada setiap komditi tersebut. Pedagang pengumpul di Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki