SARI MUTIARASARI MUTIARA

Jurnal Abdimas MutiaraJurnal Abdimas Mutiara

Kulit pisang kepok merupakan bagian dari buah pisang yang memiliki bahan aktif bersifat antibakteri, yaitu tanin, saponin, dan flavonoid. Bahan aktif tersebut mampu menghambat pertumbuhan bakteri Stapylococcus Aureus. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan potensi ekstrak limbah kulit pisang kepok sebagai antibakteri terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Penelitian aktivitas antibakteri dari limbah beberapa kulit pisang kepok yang banyak digunakan sebagai olahan makanan. Industri makanan sejauh ini belum banyak dilaporkan. Oleh karena itu penelitian mengenai aktivitas antibakteri dari beberapa limbah kulit pisang kepok terhadap bakteri penyebab infeksi (Escherichia coli dan Staphylococcus aureus) perlu dilakukan.

Konsentrasi ekstrak kulit buah mentah pisang kepok (Musa paradisiaca x balbisiana) yang paling baik dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus adalah pada konsentrasi 100%.Disarankan kepada konsumen untuk lebih memanfaatkan limbah kulit pisang kepok untuk menjadi antibiotik daripada kulit pisang kepok hanya menjadi limbah.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lebih lanjut tentang potensi antibakteri dari berbagai bagian tanaman pisang kepok, termasuk kulit, bonggol, dan jantung pisang. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menguji aktivitas antibakteri terhadap berbagai jenis bakteri patogen, termasuk Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Selain itu, penelitian tentang mekanisme kerja antibakteri dari senyawa aktif dalam kulit pisang kepok dapat dilakukan untuk memahami cara kerja antibakteri secara lebih mendalam. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada pengembangan formulasi obat herbal antibakteri yang memanfaatkan kulit pisang kepok sebagai bahan baku utama, dengan mempertimbangkan stabilitas dan keamanan formulasi tersebut.

Read online
File size201.95 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test