POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR

International Conference on Multidisciplinary Approaches in Health ScienceInternational Conference on Multidisciplinary Approaches in Health Science

Limbah cair yang dihasilkan dari proses tenun Cepuk di Nusa Penida menimbulkan tantangan lingkungan yang signifikan, sehingga memerlukan penanganan yang tepat sebelum dibuang. Penelitian ini menilai efektivitas tepung rumput laut (SWP) dan tepung sabut kelapa (CHP) sebagai adsorben dalam pengolahan limbah cair dari industri tenun Cepuk. Perubahan kualitas air dievaluasi melalui pengukuran kadar Kebutuhan Oksigen Biokimia (BOD), Kebutuhan Oksigen Kimia (COD), dan Oksigen Terlarut (DO) sebelum dan setelah proses adsorpsi. Filtrasi dan adsorpsi dilakukan dengan membuat bak penampung untuk mengalirkan limbah ke media adsorben yang disusun sesuai variasi perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi tepung rumput laut dan sabut kelapa secara efektif menurunkan kadar BOD dan COD serta meningkatkan konsentrasi DO dalam limbah cair dari proses pewarnaan tenun Cepuk. Ketiga variasi kombinasi T1, T2, dan T3 tidak menunjukkan perbedaan signifikan; namun, ketiganya memiliki tingkat efektivitas yang sama. Efisiensi penyerapan zat pewarna dan zat organik dalam limbah tekstil meningkat seiring peningkatan ketebalan adsorben. Penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi BOD, COD, dan DO, seperti rasio adsorben, laju alir, dan kondisi lingkungan, mungkin diperlukan untuk mengoptimalkan penerapan adsorben ini.

Kombinasi adsorben tepung rumput laut dan serat sabut kelapa terbukti efektif dalam menurunkan kadar BOD dan COD serta meningkatkan kadar DO pada limbah cair proses pewarnaan kain Cepuk.Ketiga perlakuan (T1, T2, T3) tidak menunjukkan perbedaan signifikan, sehingga perlakuan T1 dapat digunakan karena lebih ekonomis.Penelitian lanjutan terkait faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan DO, seperti rasio adsorben, laju alir, dan kondisi lingkungan, perlu dilakukan untuk mengoptimalkan aplikasi adsorben ini.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk mengevaluasi rasio optimal antara tepung rumput laut dan sabut kelapa dalam proses adsorpsi, karena penggunaan rasio yang tidak tepat dapat menyebabkan pemborosan bahan atau penurunan efisiensi penyerapan. Kedua, perlu dikaji pengaruh laju alir limbah terhadap efektivitas penurunan BOD, COD, dan peningkatan DO, mengingat kecepatan aliran dapat memengaruhi waktu kontak antara limbah dan adsorben yang menentukan kelengkapan proses penyerapan. Ketiga, penting untuk mempelajari bagaimana kondisi lingkungan seperti suhu dan pH memengaruhi kinerja adsorben alami ini, karena kondisi tersebut dapat mengubah struktur permukaan adsorben dan kemampuan ikatan kimia. Penelitian-penelitian ini akan memberikan dasar ilmiah yang lebih kuat untuk penerapan sistem pengolahan limbah yang efisien, berkelanjutan, dan dapat direplikasi di industri rumahan lainnya. Dengan menemukan kondisi terbaik secara komprehensif, sistem ini tidak hanya efektif secara teknis tetapi juga layak secara ekonomi bagi pelaku industri kecil. Eksperimen dapat dirancang menggunakan desain faktorial untuk menguji interaksi antar variabel utama. Hasilnya akan membantu merancang unit pengolahan limbah sederhana yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Pendekatan ini juga dapat diperluas untuk jenis limbah lain yang mengandung polutan organik. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat mengubah temuan ini menjadi solusi nyata yang berkelanjutan.

Read online
File size359.22 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test