POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM

Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)

Pengetahuan dan keterampilan relawan posyandu dalam menjelaskan hasil plot antropometri balita pada buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) merupakan kompetensi fundamental yang harus dimiliki relawan. Namun, di wilayah kerja Puskesmas Batujai, penggunaan buku KIA, khususnya dalam menjelaskan hasil plot antropometri, masih suboptimal. Metode pembelajaran _teach-back_ secara efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan, karena melibatkan pengulangan informasi yang dipelajari dengan kata-kata mereka sendiri untuk memastikan pemahaman. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan kelompok kontrol pra-tes pos-tes. Enam puluh relawan dibagi menjadi dua kelompok: kelompok intervensi, yang menerima metode _teach-back_, dan kelompok kontrol, yang menerima pelatihan berbasis kuliah konvensional. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan dalam peningkatan pengetahuan (p=0,001) dan keterampilan (p=0,003) di antara relawan setelah intervensi _teach-back_. Dengan demikian, metode _teach-back_ secara efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan posyandu dalam menjelaskan hasil plot antropometri balita.

Dengan demikian, metode _teach-back_ secara efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan relawan posyandu dalam menjelaskan hasil plot antropometri balita.Relawan posyandu diharapkan dapat menerapkan metode _teach-back_ dalam memberikan edukasi atau saran terkait hasil plot antropometri balita kepada ibu balita dan kelompok sasaran lainnya.Puskesmas Batujai diharapkan dapat mengimplementasikan pelatihan menggunakan metode _teach-back_ dalam berbagai kegiatan di Puskesmas dan mengadakan pelatihan penyegaran secara berkala bagi relawan posyandu untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas metode _teach-back_ dalam konteks yang berbeda, seperti pelatihan kader kesehatan di wilayah terpencil atau dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah. Hal ini penting untuk memastikan bahwa metode ini dapat diadaptasi dan diterapkan secara efektif di berbagai setting. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan _teach-back_ yang lebih komprehensif dan interaktif, dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan belajar kader kesehatan. Modul ini dapat mencakup simulasi kasus, studi kasus, dan aktivitas kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan kader. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi dampak jangka panjang dari pelatihan _teach-back_ terhadap praktik kader kesehatan dan hasil kesehatan balita, seperti penurunan angka stunting dan peningkatan cakupan imunisasi. Evaluasi jangka panjang ini akan memberikan bukti yang lebih kuat tentang manfaat metode _teach-back_ dan membantu dalam merancang program pelatihan yang berkelanjutan.

  1. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Kader Terhadap Peran Kader Dalam Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas... ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/manuju/article/view/4963Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Kader Terhadap Peran Kader Dalam Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas ejurnalmalahayati ac index php manuju article view 4963
  2. The 5Ts for Teach Back: An Operational Definition for Teach-Back Training | HLRP: Health Literacy Research... doi.org/10.3928/24748307-20200318-01The 5Ts for Teach Back An Operational Definition for Teach Back Training HLRP Health Literacy Research doi 10 3928 24748307 20200318 01
Read online
File size281.11 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test