POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM

Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)Jurnal Gizi Prima (Prime Nutrition Journal)

Kelebihan berat badan dan obesitas merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang terus meningkat, erat kaitannya dengan stres oksidatif dan asupan serat dan antioksidan yang rendah. Buah kersen (Muntingia calabura L.) menunjukkan potensi sebagai bahan pangan fungsional karena kandungan serat dan antioksidan alami yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi tepung buah kersen dalam mengembangkan biskuit rendah kalori sebagai strategi pencegahan kelebihan berat badan dan obesitas, serta menilai penerimaan produk. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental. Tepung buah kersen diproduksi melalui proses pemanasan uap, pengeringan vakum, dan penambahan gum arabic sebagai pengering. Dalam penelitian pendahuluan, tepung buah kersen digunakan untuk merumuskan biskuit, dan produk terpilih adalah formula A2B2 yang mengganti 17% tepung kersen dan 50% pemanis rendah kalori. Analisis kandungan serat dan antioksidan dilakukan pada pure, tepung, dan biskuit terpilih. Uji sensori dan penerimaan konsumsi dilakukan pada 30 panelis dewasa dengan kelebihan berat badan dan obesitas.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung kersen mengandung serat tertinggi (60,82 mg/100 g), sedangkan pure memiliki kandungan antioksidan tertinggi.Total fenol, flavonoid, dan antosianin menurun selama pengolahan, tetapi tetap signifikan dalam produk akhir.Biskuit terpilih (A2B2) memiliki kandungan serat dan energi lebih rendah daripada produk komersial yang sebanding dan diterima dengan baik (83% suka secara keseluruhan).Temuan ini menunjukkan bahwa tepung buah kersen menjanjikan sebagai bahan pangan fungsional lokal untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas.Penambahan tepung buah kersen ke dalam biskuit cukup diterima.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan optimasi tekstur dan kekenyalan biskuit, mengatasi rasa setelahnya, mengeksplorasi pengeringan alternatif, dan mengevaluasi efek metabolik jangka panjang pada orang dewasa dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengembangkan produk makanan fungsional yang kaya serat dan antioksidan dari bahan lokal lainnya, seperti buah-buahan atau sayuran, untuk mencegah kelebihan berat badan dan obesitas. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan eksperimental yang serupa, dengan menguji berbagai formulasi dan melakukan uji penerimaan pada panelis yang relevan. Dengan demikian, dapat dikembangkan produk makanan fungsional yang inovatif dan sehat untuk masyarakat.

Read online
File size745 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test