UNNARUNNAR

e-NARODROIDe-NARODROID

Pada saat musim hujan, mayoritas orang merasa cemas ketika mereka sedang menjemur pakaian. Rasa cemas tersebut akan bertambah pada saat menjemur pakaian namun sedang berada di luar rumah, dan di rumah sedang tidak ada orang. Dari kejadian itu orang jadi enggan menjemur pakaian di tempat yang terbuka, karena khawatir jemurannya basah terkena air hujan. Ketika musim hujan mayoritas orang menjemur pakaian di teras rumah, hal ini dilakukan untuk menghindari jemuran pakaian terkena air hujan ketika ditinggal pemiliknya beraktivitas di luar rumah. Dari gambaran masalah di atas, penulis menemukan ide untuk membuat alat penarik jemuran yang bisa bekerja secara otomatis. Alat tersebut menggunakan mikrokontroler Arduino Uno ditambah dengan sensor hujan dan sensor Light Dependent Resistor. Cara kerja alat ini adalah mendeteksi cuaca di sekitar melalui sensor hujan dan sensor LDR, ketika sensor tidak menerima cahaya maka alat akan menterjemahkan akan terjadi hujan, sehingga alat akan menarik jemuran ke tempat yang terlindung dari air hujan. Ketika sensor mendeteksi sinar matahari alat akan menterjemahkan bahwa cuaca di sekitar panas, sehingga alat akan menarik jemuran ke tempat yang terkena sinar matahari. Sedangkan sensor hujan mendeteksi tetesan dari air hujan. Harapan dengan terciptanya alat penarik jemuran otomatis mampu membantu masyarakat mengurangi rasa cemas ketika menjemur pakaian di musim penghujan.

Berdasarkan hasil pengujian, alat jemuran otomatis ini dapat bekerja dengan baik sesuai harapan.Kedua sensor, LDR dan sensor hujan, berfungsi dengan baik dalam mendeteksi perubahan cahaya dan air hujan.Alat ini mampu membaca keadaan cuaca, termasuk kondisi panas dan hujan secara bersamaan.Microcontroller Arduino Uno berperan sebagai pengendali utama yang efektif dalam menjalankan program dan memberikan perintah.Kecepatan program dalam membaca suatu keadaan relatif cepat, yaitu kurang dari dua detik.

Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan menambahkan fitur peringatan dini melalui notifikasi ke perangkat seluler pengguna ketika kondisi cuaca memburuk dan jemuran sedang ditarik. Selain itu, pengembangan sistem dapat dilakukan dengan mengintegrasikan data prakiraan cuaca dari sumber eksternal seperti BMKG untuk meningkatkan akurasi deteksi dan pengambilan keputusan. Studi komparatif juga dapat dilakukan dengan membandingkan efisiensi energi dan efektivitas sistem jemuran otomatis ini dengan metode penjemuran tradisional, serta mengeksplorasi penggunaan sumber energi terbarukan seperti panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada sumber listrik konvensional. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi yang mendukung kenyamanan dan kepraktisan dalam kehidupan sehari-hari, serta mendorong inovasi di bidang otomasi rumah tangga.

Read online
File size541.98 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test