RCF INDONESIARCF INDONESIA

Journal of Science Education and Management BusinessJournal of Science Education and Management Business

Pengadaan berkelanjutan (sustainable procurement) merupakan pendekatan strategis dalam pengadaan barang/jasa yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial guna mendukung pembangunan berkelanjutan. Pendekatan ini mencerminkan pemahaman bahwa biaya lingkungan dan sosial yang diabaikan pada tahap pengadaan pada akhirnya akan menjadi beban ekonomi yang jauh lebih besar di masa yang akan datang. Pendekatan ini menunjukkan bahwa efisiensi ekonomi tidak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pengadaan berkelanjutan, efektivitas regulasi di Indonesia, dan strategi implementasinya dalam sektor publik. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif dari studi kepustakaan terhadap regulasi, kebijakan, dan literatur ilmiah terkait dengan menggunakan SWOT. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengadaan berkelanjutan berpotensi meningkatkan efisiensi anggaran, mendorong inovasi pasar, meminimalisir kerusakan lingkungan dan memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan sosial. Namun demikian, implementasinya menghadapi tantangan berupa keterbatasan kapasitas SDM, masih adanya pemahaman yang kurang dari pemangku kepentingan, serta keterbatasan produk ramah lingkungan. Pengadaan berkelanjutan menjadi instrumen kebijakan yang efektif karena melahirkan manfaat konkret bagi perlindungan lingkungan, peningkatan kesejahteraan sosial, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan kebijakan dan akademik dalam penguatan implementasi pengadaan berkelanjutan di Indonesia.

Pengadaan berkelanjutan merupakan pendekatan strategis yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan serta memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap penawaran penyedia.Persiapan dan pelaksanaan pengadaan harus mempertimbangkan kesiapan pasar, ketersediaan produk lokal, serta biaya siklus hidup, dengan menekankan penggunaan produk ramah lingkungan, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah.Implementasi ekonomi hijau melalui preferensi produk hijau serta pemberdayaan UMKM dan perlindungan tenaga kerja dapat meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengurangi kemiskinan.

Mengingat pentingnya kompetensi pejabat pengadaan dalam menilai aspek keberlanjutan, penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana pelatihan khusus bagi pejabat pengadaan mempengaruhi kemampuan mereka dalam menilai aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi pada tahap evaluasi penawaran. Selanjutnya, untuk meningkatkan pemilihan barang ramah lingkungan, perlu dipelajari sejauh mana penerapan sistem e‑procurement berbasis penilaian siklus hidup produk dapat meningkatkan penggunaan produk berkelanjutan dalam pengadaan publik. Selain itu, penelitian dapat meneliti efektivitas model insentif fiskal bagi pemasok lokal yang menyediakan produk berkelanjutan dalam meningkatkan partisipasi UMKM serta mengurangi jejak karbon dalam rantai pasokan pemerintah. Ketiga arah penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan solusi praktis dan kebijakan yang lebih kuat untuk mengatasi keterbatasan kapasitas SDM, ketersediaan produk hijau, dan integrasi prinsip green economy dalam pengadaan berkelanjutan.

Read online
File size607.78 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test