JURNALFTIJAYABAYAJURNALFTIJAYABAYA

Proceeding Technology of Renewable Energy and Development ConferenceProceeding Technology of Renewable Energy and Development Conference

Ada banyak energi alternatif yang dapat digunakan di Indonesia, sesuai dengan lokasi atau kondisi Indonesia itu sendiri. Salah satu energi baru dan terbarukan yang memiliki potensi cukup besar di Indonesia, adalah energi matahari. Panel surya adalah alat yang dapat mengubah energi matahari menjadi energi listrik Ada permasalahan yang mempengaruhi efisiensi panel surya, karena efisiensi panel surya belum mencapai hasil yang maksimal, daya listrik yang dihasilkan dari panel surya dipengaruhi besaran temperatur, intensitas matahari dan sudut kemiringan matahari terhadap panel surya. sebagian besar penggunaan panel surya hanya ditempatkan secara statis dalam posisi sudut tertentu. untuk itu diperlukan ada daya Listrik dengan solar tracker dan posisi tetap Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, efisiensi tenaga listrik yang dihasilkan oleh panel surya menggunakan posisi solar tracker sebesar 13,71%, sedangkan panel surya menggunakan posisi statis sebesar 13,58%, capaian efisiensi terbesar sebesar 14,13% pada jam pengukuran pukul 13:50 WIB dengan temperature di bawah panel surya sebesar 19,6 °C. Efisiensi terbesar ke-2 diperoleh pada pukul 13.30 WIB dengan temperatur di bawah panel surya 20,9 °C . Terjadi efisiensi daya Listrik panel surya yang tinggi ketika temperature di bawah panel surya rendah dan penurunan efisiensi daya Listrik ketika temperaatur sinar matahari di bawah panel surya tinggi.

Daya listrik dengan posisi solar tracker sedikit lebih baik dibandingkan dengan panel surya posisi statis.Efisiensi daya listrik tertinggi sebesar 14,13% pada panel surya dengan solar tracker diperoleh pada pukul 13.50 WIB dengan intensitas radiasi matahari 949 W/m2 dan suhu suhu di bawah 19,6 °C.Efisiensi daya listrik yang diperoleh pada panel surya statis adalah 13,58%.Terjadi capaian efisiensi energi listrik sebesar 14,13% pada jam pengukuran pukul 13.50 WIB dengan suhu di bawah panel surya 19,6 °C.Efisiensi terbesar ke-2 diperoleh pada pukul 13.30 WIB sebesar 14,12% dengan suhu suhu di bawah panel surya 20,9 °C, yang dapat diartikan sebagai ketika temperature sinar matahari di bawah panel surya tinggi, efisiensi energi listrik rendah, dan sebaliknya, ketika temperatur sinar matahari di bawah panel surya berkurang, efisiensi daya listrik meningkat.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih lanjut tentang pengaruh suhu pada efisiensi panel surya dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti intensitas sinar matahari dan sudut kemiringan panel surya. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan desain panel surya agar dapat meningkatkan efisiensi konversi energi matahari menjadi energi listrik. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan sistem pelacakan matahari yang lebih efisien dan akurat, sehingga dapat meningkatkan kinerja panel surya secara keseluruhan.

Read online
File size715.48 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test