UNIRAYAUNIRAYA

Haga : Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatHaga : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian petani padi dalam menerapkan konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang berorientasi pada prinsip ramah lingkungan. Melalui pendekatan ini, diharapkan para petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan, lingkungan, serta keseimbangan ekosistem sawah. Metode pelaksanaan dirancang dalam bentuk workshop tujuh sesi yang meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, demonstrasi lapangan, serta praktik langsung. Setiap sesi difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan praktis petani, seperti pengenalan musuh alami hama, penggunaan pestisida nabati, serta teknik budidaya padi yang mendukung sistem PHT. Evaluasi dilakukan melalui uji pre–post terhadap enam indikator pengetahuan dan niat berperilaku. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan: lima dari enam indikator mencapai tingkat keberhasilan di atas 80%, sementara komitmen petani untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia mencapai 76%. Capaian ini sejalan dengan temuan literatur terkini (FAO, 2022; IRRI, 2020; Rahman et al., 2023) yang menegaskan efektivitas PHT dan pentingnya penyuluhan partisipatif dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan. Program ini merekomendasikan adanya pendampingan berkelanjutan, terutama dalam pembuatan pestisida nabati serta penerapan strategi tanam serempak guna memperkuat ketahanan ekosistem pertanian lokal.

Program pengabdian masyarakat ini berhasil meningkatkan kapasitas peserta pada enam indikator kunci terkait Pengendalian Hama Terpadu (PHT) padi.Lima dari enam indikator mencapai tingkat keberhasilan di atas 80% setelah pelatihan, menunjukkan efektivitas pendekatan pembelajaran terstruktur dan praktik lapang.Peningkatan signifikan terlihat pada pemahaman prinsip PHT dan kemampuan identifikasi hama-penyakit.Meskipun komitmen mengurangi pestisida kimia meningkat, masih diperlukan pendampingan dan bukti keberhasilan berkelanjutan untuk mendorong perubahan praktik yang konsisten.Program ini merekomendasikan pendampingan berkelanjutan, strategi tanam serempak, dan penyediaan bahan baku pestisida nabati untuk memperkuat ketahanan ekosistem pertanian lokal.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi longitudinal untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program PHT terhadap adopsi praktik berkelanjutan oleh petani dan perubahan signifikan dalam penggunaan pestisida kimia. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan formulasi pestisida nabati yang lebih efektif dan mudah diaplikasikan oleh petani, dengan mempertimbangkan ketersediaan bahan baku lokal dan efisiensi biaya. Ketiga, penting untuk menginvestigasi peran kelompok tani dan penyuluh pertanian dalam memfasilitasi transfer pengetahuan dan teknologi PHT, serta mengidentifikasi strategi komunikasi yang paling efektif untuk mendorong perubahan perilaku petani. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam mendukung pertanian padi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di wilayah Nias Selatan dan daerah sekitarnya, serta meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengurangan biaya produksi dan peningkatan kualitas hasil panen. Dengan demikian, program PHT dapat menjadi model bagi pengembangan pertanian berkelanjutan di Indonesia.

  1. Direct and indirect impacts of integrated pest management on pesticide use: a case of rice agriculture... doi.org/10.1002/ps.1602Direct and indirect impacts of integrated pest management on pesticide use a case of rice agriculture doi 10 1002 ps 1602
Read online
File size470.18 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test