UNTARUNTAR
RupakaRupakaKurangnya akses informasi pada internet dan kurang efektifnya upaya pemerintah setempat perihal informasi cagar budaya, gaya hidup masyarakat yang kian berubah dalam memenuhi kebutuhan informasi, dan belum tersedianya aplikasi khusus cagar budaya untuk Provinsi Banten merupakan kendala yang dialami oleh masyarakat Provinsi Banten dalam mengenal dan mempelajari cagar budaya yang terdapat di wilayah tempat tinggalnya. Sementara itu, mereka cukup memiliki ketertarikan sejarah, keinginan serta kemauan untuk mengenal dan mempelajari cagar budaya. Hal ini melatarbelakangi penulis guna merancang user interface aplikasi mobile pengenalan cagar budaya Provinsi Banten. Perancangan ini bertujuan menyediakan informasi mengenai seluruh cagar budaya di Provinsi Banten guna memudahkan masyarakat mencari dan/atau membaca informasi cagar budaya yang terdapat di wilayah tempat tinggalnya dengan menerapkan prinsip desain user interface. Metode perancangan dimulai dari tahap identifikasi masalah, menentukan tujuan perancangan, pengumpulan data (wawancara, kuesioner, observasi, dan studi pustaka), menganalisis data, wireframe/-ing, desain, dan prototype-ing. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa dengan kehadiran aplikasi mobile pengenalan cagar budaya Provinsi Banten dapat bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Banten. Mereka juga berpendapat bahwa user interface daripada aplikasi mobile sangat penting dan berpengaruh saat mereka menggunakan sebuah aplikasi mobile. Demikian perancangan ini merupakan solusi tepat untuk permasalahan yang ada sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka.
Berdasarkan hasil analisis data, perlu adanya upaya yang dapat menjangkau seluruh masyarakat Provinsi Banten dalam memenuhi kebutuhan informasinya terkait cagar budaya.Demikian, dengan kebutuhan dan gaya hidup mereka yang sangat sering mengakses media digital, perancangan user interface aplikasi mobile pengenalan cagar budaya Provinsi Banten menjadi solusi yang tepat guna menyediakan informasi.
Perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi mobile pengenalan cagar budaya Provinsi Banten dalam meningkatkan pengetahuan dan minat masyarakat terhadap cagar budaya. Selain itu, penelitian ini dapat dikembangkan dengan melakukan studi komparatif antara aplikasi mobile pengenalan cagar budaya Provinsi Banten dengan aplikasi serupa di provinsi lain, untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan dalam hal desain user interface, konten, dan fitur-fitur yang ditawarkan. Penelitian lanjutan juga dapat fokus pada aspek-aspek spesifik seperti aksesibilitas, navigasi, dan pengalaman pengguna secara keseluruhan dalam menggunakan aplikasi mobile pengenalan cagar budaya.
| File size | 368.42 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
DINUSDINUS Dengan demikian, penggunaan jurnal ini membantu siswa membangun pengetahuannya sendiri secara reflektif, mempermudah pemahaman pengalaman pribadi dalamDengan demikian, penggunaan jurnal ini membantu siswa membangun pengetahuannya sendiri secara reflektif, mempermudah pemahaman pengalaman pribadi dalam
DINUSDINUS Tujuan penelitian ini adalah merancang media pembelajaran untuk mata kuliah tipografi dengan memanfaatkan teknologi informasi yaitu media audio visual.Tujuan penelitian ini adalah merancang media pembelajaran untuk mata kuliah tipografi dengan memanfaatkan teknologi informasi yaitu media audio visual.
UNTARUNTAR Indonesia merupakan negara dengan ratusan hingga ribuan budaya, salah satunya adalah dongeng. Yayasan ATSANTI berupaya melestarikan budaya Indonesia yangIndonesia merupakan negara dengan ratusan hingga ribuan budaya, salah satunya adalah dongeng. Yayasan ATSANTI berupaya melestarikan budaya Indonesia yang
UNTARUNTAR Diharapkan dengan adanya kampanye ini dapat memberikan pengenalan yang cukup lengkap tentang pandemic fatigue dan berharap mereka bisa sadar akan kondisiDiharapkan dengan adanya kampanye ini dapat memberikan pengenalan yang cukup lengkap tentang pandemic fatigue dan berharap mereka bisa sadar akan kondisi
UNTARUNTAR Target audiens perancangan ini adalah masyarakat perkotaan, pria dan wanita dari umur 22-35 tahun. Konsep kreatif dari promosi ini adalah dengan cara membuatTarget audiens perancangan ini adalah masyarakat perkotaan, pria dan wanita dari umur 22-35 tahun. Konsep kreatif dari promosi ini adalah dengan cara membuat
UNTARUNTAR Walau terkadang banyak perseteruan antar kaum namun persatuan selalu menjadi jalan dikala ancaman datang. Perhimpunan Tionghoa Indonesia, Musuem PustakaWalau terkadang banyak perseteruan antar kaum namun persatuan selalu menjadi jalan dikala ancaman datang. Perhimpunan Tionghoa Indonesia, Musuem Pustaka
UBUB Tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah bagaimana memanfaatkan media pembelajaran yang menarik, efektif, dan sesuai dengan karakteristik perkembanganTantangan utama yang dihadapi saat ini adalah bagaimana memanfaatkan media pembelajaran yang menarik, efektif, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan
ISI DPSISI DPS Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai pengayaan bahan ajar dalam menciptakan karakter tokoh lokal Bali pada mata kuliah animasi dan ilustrasiHasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai pengayaan bahan ajar dalam menciptakan karakter tokoh lokal Bali pada mata kuliah animasi dan ilustrasi
Useful /
IAILMIAILM Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran oleh guru, ditunjukkan dengan peningkatanPenerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran oleh guru, ditunjukkan dengan peningkatan
DINUSDINUS Berdasarkan penelitian dan perancangan yang telah dilakukan, tapis sebagai produk budaya Indonesia memiliki potensi tinggi secara visual yang dapat menginspirasiBerdasarkan penelitian dan perancangan yang telah dilakukan, tapis sebagai produk budaya Indonesia memiliki potensi tinggi secara visual yang dapat menginspirasi
DINUSDINUS Dalam rangkaian karya fotografi City of Madness, fotografer memotret orang gila yang ditemui di jalan-jalan kota Semarang – Yogyakarta secara tidak terduga.Dalam rangkaian karya fotografi City of Madness, fotografer memotret orang gila yang ditemui di jalan-jalan kota Semarang – Yogyakarta secara tidak terduga.
UMBUMB Pada tahun 1972, Paul Ekman mengklasifikasikan emosi dasar manusia ke dalam enam jenis: senang, sedih, terkejut, marah, takut, dan jijik. Kemudian EkmanPada tahun 1972, Paul Ekman mengklasifikasikan emosi dasar manusia ke dalam enam jenis: senang, sedih, terkejut, marah, takut, dan jijik. Kemudian Ekman