UIGMUIGM

Besaung : Jurnal Seni Desain dan BudayaBesaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya

Penelitian ini berfokus pada kota tua Cirebon. Studi ini dinilai melalui tiga disiplin ilmu, yaitu desain komunikasi visual, arsitektur, dan desain produk. Tata letak kota tua Cirebon terletak di Yos Sudarso. Penelitian ini dilakukan melalui tahapan observasi, tinjauan pustaka, dan wawancara. Studi ini juga merupakan penelitian kualitatif. Kajian khusus desain komunikasi visual menggunakan Semiotika. Tidak mudah menarik kesimpulan dari tiga penulis (peneliti), apalagi dengan latar belakang pengetahuan yang berbeda. Diharapkan melalui penelitian ini, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kota Cirebon dan merealisasikan kesimpulan serta solusi yang telah dilakukan oleh penulis.

Perencanaan kota harus berpihak pada masa lalu, dirancang untuk masa kini, dan mengakomodasi masa depan, menciptakan ruang kota yang inklusif dan happy place bagi semua warga.Dalam rangka mempersiapkan kawasan kota tua Cirebon sebagai destinasi wisata, diperlukan revitalisasi yang menyelamatkan fungsi dan visual kota bersejarah melalui penambahan fasilitas baru, penataan pedestrian yang menarik, dan perbaikan lingkungan.Revitalisasi ini mencakup pengembangan dua distrik berbeda dengan fokus pada bisnis dan ruang terbuka publik, serta integrasi elemen-elemen kota seperti wayfinding dan fasad bangunan untuk memperkuat daya tarik sosial, budaya, dan ekonomi kawasan.

Melihat berbagai usulan yang komprehensif, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat memberikan kontribusi signifikan. Pertama, penting untuk melakukan studi evaluasi pasca-implementasi terhadap dampak revitalisasi yang diusulkan. Penelitian ini bisa mengukur secara kuantitatif dan kualitatif perubahan pada tingkat kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi bagi pedagang lokal, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat sekitar setelah penataan ruang publik dan fasilitas baru diterapkan. Misalnya, bagaimana desain pedestrian yang lebih ramah pejalan kaki benar-benar memengaruhi kebiasaan berjalan kaki masyarakat atau durasi kunjungan wisatawan di area tersebut? Kedua, fokus penelitian dapat diperluas untuk mendalami persepsi dan partisipasi aktif dari berbagai segmen masyarakat, termasuk warga lokal, pedagang kaki lima, dan kelompok minoritas, dalam proses perencanaan dan pengelolaan kawasan. Bagaimana aspirasi mereka dapat diintegrasikan lebih lanjut untuk memastikan bahwa revitalisasi tidak hanya berhasil secara estetika, tetapi juga menciptakan rasa kepemilikan dan inklusivitas yang kuat, sesuai dengan visi kota yang bahagia yang disebutkan dalam kesimpulan? Terakhir, mengingat bahwa penelitian ini melibatkan pendekatan multidisiplin (desain komunikasi visual, arsitektur, dan desain produk), studi lanjutan dapat mengeksplorasi model kolaborasi dan integrasi antar disiplin ilmu yang paling efektif dalam proyek-proyek revitalisasi kota tua. Bagaimana sinergi antar keahlian ini dapat menghasilkan solusi inovatif dan berkelanjutan, serta bagaimana temuan dari berbagai disiplin dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan yang koheren bagi pemerintah daerah dalam melestarikan sekaligus mengembangkan potensi kota warisan budaya?.

Read online
File size571.31 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test