UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Transparansi HukumTransparansi Hukum

Penelitian ini bertujuan untuk memotret fenomena implementasi Undang-Undang Dasar 1945 pasal 18b ayat 2 terkait pengakuan negara terhadap norma adat dalam perspektif religius dan ritualis masyarakat Dusun Temboro, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Penelitian ini merupakan penelitian empiris yang mengamati apakah kebiasaan masyarakat terkait kehidupan religius dan ritualnya masih berubah atau tidak seiring dengan kemajuan zaman dan keterbukaan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual terkait religiusitas masyarakat di Dusun Temboro masih tetap ada, dihormati, dan tidak mengalami perubahan signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan empiris dengan peneliti sebagai instrumen utama, melakukan pengamatan mendalam dan wawancara dengan informan kunci untuk memperoleh data primer.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 18B Ayat 2 yang mengakui nilai-nilai adat sepanjang masih ditaati oleh masyarakat, diakomodasi oleh pemerintahan desa melalui fasilitasi kegiatan ritual.Hal ini dilakukan sebagai upaya melindungi budaya dan memberikan kebebasan kepada masyarakat meraih ketentraman jiwa melalui ritual kebudayaannya.Masyarakat di lokasi penelitian masih menunjukkan konsistensi terhadap ajaran kebudayaan dan terus melaksanakan upacara ritual yang juga berfungsi sebagai wahana pendidikan budi pekerti bagi generasi muda.

Penelitian lanjutan dapat diarahkan pada pemahaman lebih mendalam mengenai mekanisme internal masyarakat Dusun Temboro dalam menyeimbangkan antara norma adat, nilai-nilai agama, dan hukum negara. Studi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi bagaimana proses negosiasi dan akomodasi terjadi ketika norma adat berpotensi bertentangan dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia atau hukum positif yang berlaku. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada peran tokoh agama dan tokoh adat dalam menjaga harmoni sosial dan keberlanjutan budaya di Dusun Temboro, serta bagaimana pengetahuan lokal ini dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan formal untuk memperkuat identitas budaya generasi muda. Dengan demikian, penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang menghormati keberagaman budaya dan memperkuat persatuan bangsa.

Read online
File size602.4 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test