SALNESIASALNESIA
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)Jurnal Abmas Negeri (JAGRI)Periode postpartum dianggap sebagai waktu yang rentan untuk terjadinya gangguan psikologis. Timbulnya masalah gangguan psikologis ditandai dengan adanya kecemasan sampai dengan depresi. Hasil penelitian Kusuma 2019 bahwa terdapat 12,96% ibu yang mengalami depresi pada masa postpartum. Depresi antepartum menjadi mediator untuk terjadinya depresi postpartum. Depresi antepartum dan depresi postpartum memiliki risiko yang sama terhadap ibu dan bayinya, dan kejadian depresi postpartum seringkali diawali dengan adanya depresi antepartum. Tujuan pemberian edukasi ibu hamil untuk meningkatkan koping ibu hamil, mengurangi stimulus ibu hamil dan untuk meningkatkan dukungan sosial suami sebagai upaya pencegahan depresi postpartum. Metode kegiatan berupa pemberian edukasi langsung terhadap ibu hamil. Hasil menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan ibu hamil tentang perubahan fisiologis dan psikologis yang terjadi selama kehamilan sebesar 18,78; peningkatan rerata sikap adaptasi fisiologis ibu hamil 16,47 dan dukungan suami meningkat 7,65 setelah diberikan edukasi. Masih diperlukannya perhatian dan dukungan khususnya dari orang terdekat ibu hamil yaitu anggota keluarga, suami, teman sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan sehat sampai dengan masa nifas.
Hasil kegiatan edukasi pencegahan depresi postpartum pada ibu hamil kerja sama program studi diploma tiga kebidanan dengan bidan Desa Podo Kecamatan Kedungwuni menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil terhadap pencegahan depresi postpartum dengan harapan ke depan pada masa nifas ibu dapat melaluinya dengan sehat tanpa masalah yang dapat menyebabkan depresi postpartum pada masa nifas.Perlunya perhatian dan dukungan dari setiap sektor, tidak hanya tenaga kesehatan melainkan juga orang‑orang terdekat ibu hamil yaitu anggota keluarga khususnya suami ataupun teman sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan sehat sampai dengan masa nifasnya.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi efektivitas modul edukasi digital dibandingkan dengan edukasi tatap muka tradisional dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap adaptasi ibu hamil terhadap pencegahan depresi postpartum, sehingga dapat menjangkau wilayah terpencil dengan lebih efisien. Selanjutnya, diperlukan studi longitudinal yang melacak indeks depresi postpartum pada peserta selama enam bulan pasca‑intervensi untuk menilai keberlanjutan manfaat edukasi serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang memengaruhi kejadian depresif jangka panjang. Selain itu, penting untuk meneliti dampak partisipasi aktif suami dalam sesi edukasi terhadap dukungan sosial, coping ibu, dan tingkat depresi postpartum, yang dapat memberikan bukti kuat bagi kebijakan integrasi keluarga dalam program kebidanan. Penelitian‑penelitian ini diharapkan memberikan dasar ilmiah yang lebih komprehensif untuk pengembangan program pencegahan depresi postpartum yang lebih efektif dan berkelanjutan.
- STUDI KUALITATIF: PENGALAMAN ADAPTASI IBU HAMIL | Kusuma | Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi. studi... doi.org/10.36565/jab.v7i2.78STUDI KUALITATIF PENGALAMAN ADAPTASI IBU HAMIL Kusuma Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi studi doi 10 36565 jab v7i2 78
- Treatment of post-partum depression: a review of clinical, psychologic | IJWH. treatment partum depression... doi.org/10.2147/IJWH.S6938Treatment of post partum depression a review of clinical psychologic IJWH treatment partum depression doi 10 2147 IJWH S6938
- HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JENGGOT... ejournal.poltekharber.ac.id/index.php/siklus/article/view/579HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL DENGAN KEIKUTSERTAAN KELAS IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JENGGOT ejournal poltekharber ac index php siklus article view 579
- Aplikasi Model Rasch dalam Pengembangan Instrumen Deteksi Dini Postpartum Depression | Ardiyanti | Jurnal... doi.org/10.22146/jpsi.29818Aplikasi Model Rasch dalam Pengembangan Instrumen Deteksi Dini Postpartum Depression Ardiyanti Jurnal doi 10 22146 jpsi 29818
| File size | 1 MB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Riwayat obstetri dalam bentuk riwayat kehamilan rata-rata 2,32 kali dan riwayat persalinan 1,52 kali. Tempat persalinan yang paling umum adalah klinikRiwayat obstetri dalam bentuk riwayat kehamilan rata-rata 2,32 kali dan riwayat persalinan 1,52 kali. Tempat persalinan yang paling umum adalah klinik
POLTEKKES JAKARTA 3POLTEKKES JAKARTA 3 Metode: Desain cross-sectional kuantitatif digunakan yang melibatkan 63 ibu postpartum yang dipilih melalui purposive sampling antara Maret dan Mei 2024.Metode: Desain cross-sectional kuantitatif digunakan yang melibatkan 63 ibu postpartum yang dipilih melalui purposive sampling antara Maret dan Mei 2024.
POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG Penelitian ini merupakan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google ScholarPenelitian ini merupakan scoping review berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar
SYEDZA SAINTIKASYEDZA SAINTIKA Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden ibu nifas diikutsertakanPenelitian dilakukan pada bulan Maret 2024 dengan desain deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 31 responden ibu nifas diikutsertakan
SALNESIASALNESIA Partisipasi aktif dan umpan balik positif menegaskan kesiapan anggota untuk refleksi diri dan peningkatan motivasi untuk menerapkan kode etik dan nilai-nilaiPartisipasi aktif dan umpan balik positif menegaskan kesiapan anggota untuk refleksi diri dan peningkatan motivasi untuk menerapkan kode etik dan nilai-nilai
SALNESIASALNESIA Penulisan akademik merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa dalam menunjang keberhasilan studi dan pengembangan keilmuan. Salah satu tantangan yangPenulisan akademik merupakan kompetensi penting bagi mahasiswa dalam menunjang keberhasilan studi dan pengembangan keilmuan. Salah satu tantangan yang
SALNESIASALNESIA Kegiatan dilakukan dengan pelatihan cara pembuatan gula semut kepada warga. Proses pengolahan gula merah menjadi gula semut dimulai dari menghaluskan gulaKegiatan dilakukan dengan pelatihan cara pembuatan gula semut kepada warga. Proses pengolahan gula merah menjadi gula semut dimulai dari menghaluskan gula
IAINPTKIAINPTK Intensitas akses media sosial berlebihan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental pada remaja Indonesia. Intervensi yang melibatkan orang tua dan programIntensitas akses media sosial berlebihan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental pada remaja Indonesia. Intervensi yang melibatkan orang tua dan program
Useful /
POLTEKKES DENPASARPOLTEKKES DENPASAR Metode: Penelitian eksperimental dilakukan dengan metode in vivo menggunakan desain posttest-only control group yang terdiri atas 3 kelompok perlakuanMetode: Penelitian eksperimental dilakukan dengan metode in vivo menggunakan desain posttest-only control group yang terdiri atas 3 kelompok perlakuan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Oleh karena itu, program pencegahan stunting perlu mengadopsi pendekatan holistik yang mempertimbangkan faktor sosial, budaya, dan lingkungan untuk meningkatkanOleh karena itu, program pencegahan stunting perlu mengadopsi pendekatan holistik yang mempertimbangkan faktor sosial, budaya, dan lingkungan untuk meningkatkan
IAINPTKIAINPTK Upaya reformasi melibatkan kolaborasi antara ulama, pakar hukum, dan praktisi dari negara mayoritas Muslim, serta menekankan dialog konstruktif untuk menyeimbangkanUpaya reformasi melibatkan kolaborasi antara ulama, pakar hukum, dan praktisi dari negara mayoritas Muslim, serta menekankan dialog konstruktif untuk menyeimbangkan
IAINPTKIAINPTK Praktik nikah siri dianggap sah secara religius meskipun tidak terdaftar secara resmi, didukung oleh otoritas kiai yang dihormati secara sosial‑religius.Praktik nikah siri dianggap sah secara religius meskipun tidak terdaftar secara resmi, didukung oleh otoritas kiai yang dihormati secara sosial‑religius.