UMSUMS
Forum GeografiForum GeografiPumis, yang ditandai dengan vesikelitasnya yang tinggi, sering membentuk rakit pumis saat mengapung di air. Meskipun sebagian besar penelitian telah berfokus pada pemahaman perilaku rakit pumis, penelitian tentang sifat infiltrasi air pumis masih jarang. Selain itu, pengaruh partikel bawah air, seperti mikroplastik di lautan, terhadap infiltrasi air melalui pori-pori material pumis masih belum jelas. Oleh karena itu, penelitian ini menyelidiki sifat infiltrasi air material pumis dan perilaku mereka dalam lingkungan air yang berbeda melalui eksperimen laboratorium menggunakan batu pumis (En-a, berasal dari Gunung Eniwa) dari situs gempa bumi Hokkaido Timur Iburi tahun 2018. Eksperimen dilakukan dalam kondisi air tenang dan lumpur untuk memeriksa efek ukuran partikel dan konsentrasi sedimen pada laju infiltrasi air. Hasil menunjukkan bahwa variasi kepadatan mengikuti pola dua fase: peningkatan awal yang cepat ( 0,43 g/cm³ dan 0,3931 g/cm³ dalam 30 detik pertama untuk pumis kecil dan besar, masing-masing) diikuti oleh fase plateau ( 0,022 g/cm³ dan 0,0197 g/cm³ dalam 60 detik berikutnya). Analisis statistik mengungkapkan perbedaan yang signifikan dalam laju infiltrasi berdasarkan ukuran partikel dalam kondisi air tenang, dengan pumis yang lebih kecil menunjukkan jalur infiltrasi yang lebih heterogen. Sementara kehadiran sedimen dalam kondisi lumpur tidak secara signifikan mempengaruhi laju infiltrasi secara keseluruhan, hal itu menyebabkan dispersi data yang lebih stabil, terutama pada sampel yang lebih besar. Penelitian ini juga mengusulkan kerangka statistik untuk memodelkan perilaku pumis, yang mencakup parameter seperti vesikelitas, konsentrasi partikel, dan suhu. Temuan ini menunjukkan bahwa model rakit pumis saat ini perlu disempurnakan untuk mempertimbangkan perilaku infiltrasi yang bergantung pada ukuran dan pengaruh partikel bawah air, dengan implikasi untuk memahami transportasi dan dampak lingkungan rakit pumis di lingkungan laut.
Hasil eksperimen laboratorium menunjukkan bahwa kepadatan material pumis dapat bervariasi tergantung pada waktu dan ukuran (1,164 dan 1,1271 g/cm3 dengan 30 detik.1,186 dan 1,1468 g/cm3 dengan 90 detik, untuk sampel kecil dan besar, masing-masing).Perilaku ini memiliki potensi untuk mempengaruhi perilaku rakit pumis, yang menggambarkan kebutuhan perbaikan model saat ini sesuai dengan variasi kepadatan akibat infiltrasi air, mempertimbangkan perilaku dan dispersi data yang dapat bervariasi dengan ukuran dan apakah mereka terendam dalam kondisi yang berisi partikel (menurut hasil eksperimen, nilai p uji F minimal 0,00851 antara sampel kecil dan besar dalam kondisi lumpur).Selain itu, hasil distribusi menyarankan kemungkinan model statistik lintas disiplin untuk perilaku pumis.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut pengaruh konsentrasi dan ukuran partikel yang berbeda pada infiltrasi air material pumis. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan pumis dengan ukuran dan struktur internal yang beragam, yang mencerminkan berbagai proses erupsi. Selain itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengklarifikasi efek konsentrasi dan ukuran partikel yang berbeda pada infiltrasi air pumis. Penelitian ini dapat membantu memahami transportasi dan dampak lingkungan rakit pumis di lingkungan laut, serta meningkatkan model perilaku pumis yang saat ini digunakan.
- Global Volcanism Program | Volcanoes of the World (VOTW) Database Information. global volcanism program... volcano.si.edu/gvp_votw.cfmGlobal Volcanism Program Volcanoes of the World VOTW Database Information global volcanism program volcano si edu gvp votw cfm
- A Review of Pumice Raft Formation Environments, Saturation, and Dispersal Mechanisms | McGill Science... msurjonline.mcgill.ca/article/view/187A Review of Pumice Raft Formation Environments Saturation and Dispersal Mechanisms McGill Science msurjonline mcgill ca article view 187
| File size | 991.62 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
DINASTIREVDINASTIREV Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir,Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam seperti gempa bumi, banjir,
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Perbedaan ini dipengaruhi oleh penggunaan bibit unggul bersertifikat, standar teknis budidaya, serta adanya pendampingan teknis pada skema pemerintah.Perbedaan ini dipengaruhi oleh penggunaan bibit unggul bersertifikat, standar teknis budidaya, serta adanya pendampingan teknis pada skema pemerintah.
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Hasil penelitian menunjukkan pemberian POC rebung bambu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif bibit. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosisHasil penelitian menunjukkan pemberian POC rebung bambu berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan vegetatif bibit. Perlakuan terbaik diperoleh pada dosis
MAHESA CENTERMAHESA CENTER Dengan demikian, NGO berperan dalam pengembangan masyarakat agribisnis untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. NGO memiliki peran strategisDengan demikian, NGO berperan dalam pengembangan masyarakat agribisnis untuk mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan. NGO memiliki peran strategis
KPUKPU Tata kelola pemilu di daerah bencana memerlukan perpaduan antara kemampuan manajerial pemilu dan bencana, yang adaptif terhadap situasi, melibatkan komitmenTata kelola pemilu di daerah bencana memerlukan perpaduan antara kemampuan manajerial pemilu dan bencana, yang adaptif terhadap situasi, melibatkan komitmen
UNSRATUNSRAT Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi. Ekstrak yang diperoleh diberikan kepada 4 kelompok hewan uji dengan konsentrasi 0,100,200, dan 400mg/mlSampel diekstraksi menggunakan metode maserasi. Ekstrak yang diperoleh diberikan kepada 4 kelompok hewan uji dengan konsentrasi 0,100,200, dan 400mg/ml
UNSRATUNSRAT Spesies berikutnya yang banyak ditemukan adalah Idea blanchardii (22 individu atau 10.idea blanchardii memiliki ciri-ciri bagian ventral dan dorsal dominanSpesies berikutnya yang banyak ditemukan adalah Idea blanchardii (22 individu atau 10.idea blanchardii memiliki ciri-ciri bagian ventral dan dorsal dominan
UNSRATUNSRAT Penelitian diawali dengan melakukan fermentasi glukosa menggunakan S. cerevisiae A12 selama 120 jam dengan pengambilan sampel dengan interval waktu 6 jamPenelitian diawali dengan melakukan fermentasi glukosa menggunakan S. cerevisiae A12 selama 120 jam dengan pengambilan sampel dengan interval waktu 6 jam
Useful /
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Dengan metode tersebut, ia menemukan bentuk-bentuk perintah dalam berbagai lafaz al-Quran sebagai konfīrmasi syariat dari keseluruhan moralitas. Kedua,Dengan metode tersebut, ia menemukan bentuk-bentuk perintah dalam berbagai lafaz al-Quran sebagai konfīrmasi syariat dari keseluruhan moralitas. Kedua,
UMSUMS Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk kurangnya validasi data dan data historis longsoran di Kabupaten Banyumas terkait penilaian bahayaPenelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, termasuk kurangnya validasi data dan data historis longsoran di Kabupaten Banyumas terkait penilaian bahaya
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO 99-111 memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks pendidikan Islam. Narasi yang melibatkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menyoroti pentingnya ketaatan,99-111 memiliki relevansi yang signifikan dalam konteks pendidikan Islam. Narasi yang melibatkan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menyoroti pentingnya ketaatan,
STIA LK DUMAISTIA LK DUMAI Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kadur telah memberikan sosialisasi mengenai legalitas usaha khususnya mengenai merek dan legalitasnyaKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Kadur telah memberikan sosialisasi mengenai legalitas usaha khususnya mengenai merek dan legalitasnya