UNANDUNAND

Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial BudayaJurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya

Makanan tradisional merupakan salah satu identitas negara yang dipengaruhi oleh berbagai budaya. Tempoyak merupakan salah satu makanan tradisional hasil diaspora etnik Melayu yang terkenal di Sumatra dan Malaysia. Tempoyak merupakan salah satu makanan tradisional etnik Melayu yang terkenal di Palembang. Mayoritas masyarakat Palembang adalah perantau, dan karena buah durian sangat melimpah di Palembang, maka dilakukan pengolahan buah tersebut sehingga dapat tahan lama. Tempoyak merupakan hasil fermentasi buah durian selama 3-7 hari dengan penambahan garam. Fermentasi adalah salah satu proses pengolahan makanan awetan. Hasil fermentasi ini memberikan tempoyak rasa yang unik yaitu perpaduan antara asam hasil fermentasi dan manis buah durian. Fermentasi merupakan salah satu pengolahan pangan yang sudah melekat dan menjadi budaya di Indoesia sejak dahulu. Bagi masyarakat etnik Melayu, tempoyak memilik rasa unik yang dapat meningkatkan nafsu makan dimana tempoyak merupakan makanan pelengkap nasi dan juga bumbu. Salah satu makanan dengan bumbu tempoyak adalah brengkes.

Tempoyak merupakan makanan sehari-hari masyarakat etnik Melayu di Palembang, diproduksi dari durian yang difermentasi dengan garam selama 2–7 hari.Produk fermentasi ini berperan penting sebagai pelengkap makanan serta metode pengawetan, memberikan umur simpan yang panjang.Kombinasi rasa manis dan asam yang unik menjadikan tempoyak sebagai penggugah selera, baik sebagai pelengkap nasi maupun bumbu pada hidangan seperti brengkes.

Penelitian selanjutnya dapat mengidentifikasi komunitas mikroba yang terlibat dalam fermentasi tempoyak menggunakan teknik metagenomik untuk memahami peran bakteri asam laktat secara rinci. Selain itu, diperlukan uji sensori terkontrol yang membandingkan fermentasi menggunakan tembikar tanah liat tradisional dengan wadah modern untuk menilai perbedaan rasa, aroma, dan penerimaan konsumen. Penelitian juga dapat mengeksplorasi dampak sosial‑ekonomi produksi tempoyak bagi komunitas perantau, termasuk potensi peningkatan mata pencaharian, pemasaran lokal, dan keberlanjutan produksi dalam konteks budaya Melayu.

  1. MAKANAN ETNIK MELAYU: TEMPOYAK | Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya. makanan etnik melayu tempoyak... jurnalantropologi.fisip.unand.ac.id/index.php/jantro/article/view/81MAKANAN ETNIK MELAYU TEMPOYAK Jurnal Antropologi Isu Isu Sosial Budaya makanan etnik melayu tempoyak jurnalantropologi fisip unand ac index php jantro article view 81
Read online
File size69.54 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test