STAIKUSTAIKU

Glosains: Jurnal Sains Global IndonesiaGlosains: Jurnal Sains Global Indonesia

Latar belakang: Meskipun pariwisata wellness telah berkembang, sedikit penelitian yang secara empiris menyelidiki penyembuhan sebagai konstruksi multidimensional dalam model Pariwisata Wellness Hybrid, yang menggabungkan praktik tradisional, modern, dan digital. Perbedaan antara Pariwisata Wellness, Pariwisata Penyembuhan, dan Pariwisata Wellness Hybrid masih belum dieksplorasi secara mendalam, terutama dalam konteks kebijaksanaan lokal Indonesia.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk secara empiris memvalidasi konstruksi penyembuhan multidimensional dalam kerangka Pariwisata Wellness Hybrid, menyelidiki dampaknya terhadap niat untuk kembali ke destinasi wellness berbasis kebijaksanaan lokal di Indonesia.. Metode: Pendekatan kuantitatif penjelasan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) diterapkan. Data dikumpulkan dari 312 peserta pariwisata wellness di Jawa, Indonesia, menggunakan kuesioner terstruktur dan berfokus pada empat dimensi pengalaman penyembuhan: Penyembuhan yang Diharapkan, Penyembuhan yang Dirasakan, Penyembuhan yang Interaktif, dan Penyembuhan yang Direnungkan.. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa Pengalaman Pariwisata Penyembuhan berpengaruh signifikan terhadap niat untuk kembali, dengan R² sebesar 0,64. Penyembuhan yang Dirasakan (β = 0,34) dan Penyembuhan yang Direnungkan (β = 0,29) memiliki efek terkuat, diikuti oleh Penyembuhan yang Interaktif (β = 0,18) dan Penyembuhan yang Diharapkan (β = 0,14). Kerangka Pariwisata Wellness Hybrid, yang menggabungkan elemen tradisional, modern, dan digital, terbukti menjadi prediktor yang kuat dari loyalitas destinasi.. Kesimpulan: Penelitian ini memperluas literatur pariwisata wellness dengan memvalidasi konstruksi penyembuhan multidimensional kedua. Penelitian ini menekankan pentingnya pengalaman fisik, emosional, dan reflektif pasca-perjalanan dalam mendorong loyalitas wisatawan, menawarkan implikasi praktis bagi pengelola destinasi untuk merancang pengalaman wellness yang menyeluruh, mengintegrasikan teknologi digital, dan melibatkan komunitas lokal untuk meningkatkan keberlanjutan dan niat untuk kembali.

Penelitian ini memperluas literatur pariwisata wellness dengan memvalidasi konstruksi penyembuhan multidimensional kedua.Penelitian ini menekankan pentingnya pengalaman fisik, emosional, dan reflektif pasca-perjalanan dalam mendorong loyalitas wisatawan, menawarkan implikasi praktis bagi pengelola destinasi untuk merancang pengalaman wellness yang menyeluruh, mengintegrasikan teknologi digital, dan melibatkan komunitas lokal untuk meningkatkan keberlanjutan dan niat untuk kembali.

Saran penelitian lanjutan meliputi: (1) Menganalisis peran mediasi kepuasan, citra destinasi, dan keterikatan emosional dalam jalur penyembuhan-loyalitas untuk lebih memahami mekanisme pembentukan loyalitas dalam Pariwisata Wellness Hybrid. (2) Mengembangkan model loyalitas destinasi yang komprehensif dengan mempertimbangkan dimensi ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. (3) Meneliti dampak Pariwisata Wellness Hybrid terhadap keberlanjutan destinasi, dengan fokus pada pelestarian kebijaksanaan lokal dan infrastruktur wellness digital.

  1. Wellness Tourism Development Strategy In Madura Based on Local Wisdom | Proceedings of International... doi.org/10.29303/iccsproceeding.v3i1.816Wellness Tourism Development Strategy In Madura Based on Local Wisdom Proceedings of International doi 10 29303 iccsproceeding v3i1 816
  2. Common Beliefs and Reality About PLS - Jörg Henseler, Theo K. Dijkstra, Marko Sarstedt, Christian... doi.org/10.1177/1094428114526928Common Beliefs and Reality About PLS Jyrg Henseler Theo K Dijkstra Marko Sarstedt Christian doi 10 1177 1094428114526928
Read online
File size266.98 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test