UMIUMI

METHODIKA: Jurnal Teknik Informatika dan Sistem InformasiMETHODIKA: Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi

Hipertensi merupakan penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat karena sering tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga penderita cenderung mengabaikannya hingga menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Sistem pakar dapat membantu masyarakat dalam melakukan deteksi dini hipertensi dengan cara meniru proses penalaran seorang pakar. Penelitian ini merancang sebuah aplikasi sistem pakar web yang menggabungkan metode forward chaining untuk penarikan kesimpulan serta teori probabilitas untuk menghitung tingkat kepastian setiap aturan yang terpenuhi. Sistem ini mengambil data gejala yang dimasukkan pengguna, mencocokkannya dengan basis pengetahuan berbentuk aturan, kemudian menghasilkan diagnosis jenis hipertensi beserta persentase keyakinan dan saran penanganan. Pengembangan meliputi analisis kebutuhan sistem, perancangan input‑output, implementasi kode, dan pengujian fungsi. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi dapat memberikan diagnosis yang akurat dan informatif, sehingga berpotensi menjadi media edukasi dan bantuan keputusan bagi masyarakat dalam mengidentifikasi hipertensi secara mandiri.

Setelah melalui tahap analisis, perancangan, implementasi dan pengujian aplikasi sistem pakar diagnosa penyakit hipertensi dengan menggunakan Metode Forward Chaining, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem pakar diagnosa penyakit hipertensi ini telah berhasil dibangun sehingga bisa menjadi suatu media informasi, pengetahuan dan sarana deteksi (berdasarkan gejala atau keluhan) bagi orang awam dalam mendeteksi kondisi awal dari penyakit hipertensi secara mandiri dengan bantuan teknologi, dan dengan aplikasi ini diharapkan dapat membantu dalam memberikan konsultasi bagi masyarakat Indonesia untuk mendapatkan informasi dan penanganan tentang hipertensi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi penerapan model probabilistik yang lebih canggih untuk meningkatkan tingkat kepastian diagnosis pada hipertensi sekunder, sehingga sistem dapat membedakan lebih akurat antara hipertensi primer dan sekunder; selanjutnya, pengembangan antarmuka pengguna lintas platform, termasuk aplikasi seluler untuk Android, iOS, dan tablet, perlu diuji secara komprehensif pada kelompok pengguna dengan latar belakang pendidikan dan usia yang beragam untuk menilai kemudahan penggunaan dan keterjangkauan informasi; terakhir, integrasi teknik pembelajaran mesin seperti algoritma klasifikasi berbasis data historis dapat dibandingkan dengan metode forward chaining tradisional untuk menilai peningkatan akurasi dan kecepatan diagnosis, sekaligus menyediakan mekanisme adaptif yang memperbaharui basis aturan secara otomatis seiring bertambahnya data klinis.

Read online
File size603.55 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test