UM SURABAYAUM SURABAYA

Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi SyariahJurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah

Penelitian ini mengkaji penerapan prinsip hukum dalam sengketa ekonomi syariah, khususnya pada kasus wanprestasi dan ganti rugi di Pengadilan Agama Bantul. Mengingat meningkatnya kompleksitas dan volume sengketa ekonomi syariah, pemahaman tentang cara penyelesaian kasus menjadi penting. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan literatur terkait penerapan prinsip syariah di Pengadilan Agama Indonesia, terutama dalam penentuan ganti rugi pada kasus wanprestasi. Dengan metode penelitian hukum kualitatif, studi ini menganalisis putusan pengadilan dan literatur hukum relevan untuk menemukan pola dan justifikasi dalam argumentasi hakim. Temuan utama menunjukkan Pengadilan Agama Bantul berupaya mengintegrasikan prinsip hukum Islam dengan hukum positif Indonesia, menekankan keadilan, kepatuhan pada prinsip syariah, dan perlindungan konsumen. Pertimbangan utama meliputi kesesuaian dengan syariah, kerugian aktual, itikad baik debitur, kondisi sosio‑ekonomi mereka, serta prinsip keadilan.

Penentuan ganti rugi dalam sengketa ekonomi syariah merupakan proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek hukum serta prinsip syariah.Dalam kasus wanprestasi, Pengadilan Agama menekankan keadilan, kepatuhan pada prinsip syariah, dan perlindungan konsumen sebagai landasan keputusan.Penelitian ini juga menyoroti pentingnya mekanisme tazir dan tawidh untuk mengendalikan moral hazard serta memperkuat perlindungan konsumen, serta mengidentifikasi kebutuhan penelitian lanjutan mengenai efektivitas penerapan prinsip syariah, perbandingan praktik internasional, dan peran fintech syariah dalam penyelesaian sengketa.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi secara empiris keefektifan mediasi dibandingkan arbitrase syariah dalam penyelesaian kasus wanprestasi, dengan mengukur tingkat kepuasan pihak dan waktu penyelesaian. Selanjutnya, studi komparatif dapat meneliti pengaruh status sosial‑ekonomi debitur terhadap besaran ganti rugi yang ditetapkan di berbagai Pengadilan Agama, untuk mengidentifikasi pola keadilan distributif. Terakhir, pengembangan sistem pendukung keputusan digital yang mengintegrasikan prinsip syariah dan hukum positif dapat diuji coba di Pengadilan Agama, guna menilai dampaknya terhadap konsistensi putusan dan efisiensi proses peradilan.

  1. バイオフィードバックへの工学的アプローチ : 機器の進化と工学モデル. issn... doi.org/10.20595/jjbf.19.0_3EaCCEiCEEOEaEECAAuoECEEEEA oAAUnAuEENE issn doi 10 20595 jjbf 19 0 3
  2. Economic Empowerment Of Ummah Through Sharia Fintech:Literature Review – International Journal... doi.org/10.18535/ijsrm/v11i11.em02Economic Empowerment Of Ummah Through Sharia Fintech Literature Review Ae International Journal doi 10 18535 ijsrm v11i11 em02
  3. Komparasi Penyelesaian Sengketa Wanprestasi Perkreditan Atau Pembiayaan Melalui Pengadilan Pada Perbankan... doi.org/10.56128/ljoalr.v3i1.281Komparasi Penyelesaian Sengketa Wanprestasi Perkreditan Atau Pembiayaan Melalui Pengadilan Pada Perbankan doi 10 56128 ljoalr v3i1 281
Read online
File size322.77 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test