YRPIPKUYRPIPKU

Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)

Metode budidaya jamur tiram terus disempurnakan untuk memenuhi permintaan yang meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Namun, fluktuasi cuaca yang sering terjadi dapat mempengaruhi pertumbuhan optimal jamur serta nutrisi kimia pada baglog. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan pertanian presisi dengan mengembangkan sistem pemantauan parameter cuaca‑baglog berbasis teknologi IoT‑MQTT‑NodeRed, serta menganalisis dan mengevaluasi parameter dominan yang memengaruhi kondisi ideal ruang budidaya jamur tiram menggunakan model klasifikasi pembelajaran mesin dan analisis proses kapabilitas. Data sampel dikumpulkan selama tujuh hari dengan pemantauan 24 jam, dan sistem terdiri dari tiga bagian: akuisisi data multi‑sensor, protokol komunikasi ke server, serta pemantauan berbasis smartphone. Hasil menunjukkan sistem efektif, dapat diakses secara mobile, serta tahan lama dalam mengakuisisi data parameter cuaca‑baglog, dengan model terbaik mengidentifikasi cahaya, suhu, dan kelembaban sebagai parameter dominan yang memengaruhi kondisi ideal. Analisis proses kapabilitas mengungkap bahwa parameter dominan masih di bawah nilai ideal, sehingga diperlukan sistem kontrol berbasis IoT untuk menyesuaikannya.

Sistem pemantauan berbasis IoT‑MQTT‑NodeRed memungkinkan petani memantau data mikro‑cuaca dan baglog secara real‑time melalui smartphone, namun parameter cahaya, suhu, dan kelembaban belum mencapai nilai ideal.Analisis kapabilitas proses menunjukkan ketidaktepatan dan ketidaksejajaran data dengan target ideal, sehingga diperlukan sistem kontrol otomatis.Implementasi kontrol berbasis relay untuk mengatur pencahayaan, pendingin, pemanas, dan humidifier secara offline dan online dapat memperbaiki kondisi ruang budidaya jamur tiram.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji pengembangan sistem kontrol otomatis berbasis fuzzy‑logic yang terintegrasi dengan platform IoT‑MQTT‑NodeRED untuk secara real‑time menyesuaikan intensitas cahaya, suhu, dan kelembaban sesuai dengan nilai ideal yang ditetapkan pada ruang kultivasi jamur tiram. Selanjutnya, diperlukan studi yang mengevaluasi penerapan edge computing pada perangkat Raspberry Pi untuk melakukan analisis prediktif data sensor dan mengoptimalkan keputusan kontrol sebelum data dikirim ke server cloud, sehingga mengurangi latensi dan ketergantungan pada koneksi internet. Penelitian ketiga dapat meneliti model ekonomi biaya‑manfaat serta strategi pelatihan petani dalam mengadopsi sistem IoT‑berbasis kontrol offline‑online, termasuk analisis dampak pengurangan penggunaan energi dan peningkatan hasil produksi jamur tiram pada skala usaha kecil. Semua studi tersebut diharapkan dapat memperluas kemampuan sistem monitoring menjadi solusi yang lebih presisi, handal, dan terjangkau bagi petani, sekaligus meningkatkan keberlanjutan budidaya jamur tiram. Metodologi yang dapat dipakai meliputi eksperimen lapangan dengan skenario variasi parameter lingkungan, simulasi komputer untuk menguji algoritma kontrol, serta survei stakeholder untuk menilai penerimaan teknologi.

Read online
File size1.58 MB
Pages32
DMCAReport

Related /

ads-block-test