UINMADURAUINMADURA

Mabny: Journal of Sharia Management and BusinessMabny: Journal of Sharia Management and Business

Tinjauan pustaka ini membahas pengaruh electronic word-of-mouth (E-WOM), pemasaran media sosial, dan norma subjektif terhadap niat beli produk ramah lingkungan, dengan fokus pada Avoskin, sebuah merek skincare yang peduli lingkungan di Yogyakarta. Berdasarkan Theory of Planned Behavior (TPB), studi ini mensintesis temuan dari artikel ilmiah, makalah penelitian, dan studi kasus selama satu dekade terakhir untuk memahami bagaimana komunikasi digital dan faktor sosial membentuk perilaku konsumen. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa E-WOM sangat berperan dalam membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan kredibilitas klaim ramah lingkungan dari Avoskin, sementara pemasaran melalui media sosial secara efektif meningkatkan visibilitas merek dan keterlibatan konsumen. Norma subjektif—seperti pengaruh keluarga, teman sebaya, dan harapan masyarakat—juga berdampak positif terhadap keputusan membeli produk hijau. Secara keseluruhan, faktor-faktor ini memberikan wawasan tentang meningkatnya permintaan terhadap produk perawatan kulit berkelanjutan. Studi ini menyarankan agar pelaku bisnis mengoptimalkan platform digital dan mendorong konten buatan pengguna untuk memperkuat keterlibatan terhadap produk ramah lingkungan. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi bagaimana variabel demografis seperti usia dan pendidikan dapat memoderasi pengaruh E-WOM dan norma subjektif terhadap perilaku pembelian produk hijau.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa electronic word-of-mouth (E-WOM), pemasaran media sosial, dan norma subjektif merupakan faktor penting yang memengaruhi niat beli produk hijau, khususnya untuk produk perawatan kulit Avoskin di Yogyakarta.E-WOM efektif dalam membangun kepercayaan konsumen dan persepsi positif terhadap inisiatif ramah lingkungan Avoskin, sementara pemasaran media sosial meningkatkan kesadaran merek dan keterlibatan konsumen, dan norma subjektif—seperti pengaruh keluarga, teman, serta harapan sosial—menjadi determinan signifikan dalam keputusan pembelian produk ramah lingkungan.Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti bagaimana variabel demografis seperti usia dan tingkat pendidikan memoderasi pengaruh E-WOM dan norma subjektif terhadap perilaku konsumen.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji bagaimana usia dan tingkat pendidikan memoderasi pengaruh E-WOM serta pemasaran media sosial terhadap niat beli produk hijau pada konsumen skincare di Yogyakarta, sehingga dapat memberikan panduan segmentasi yang lebih tepat. Selain itu, perlu dilakukan analisis perbandingan efektivitas berbagai platform media sosial—seperti Instagram, TikTok, dan Facebook—dalam membangun kepercayaan dan keterlibatan konsumen terhadap merek perawatan kulit ramah lingkungan, untuk mengidentifikasi saluran komunikasi yang paling optimal. Selanjutnya, sebuah studi longitudinal dapat mengevaluasi dampak integrasi konten buatan pengguna dengan kampanye keberlanjutan berbasis komunitas terhadap loyalitas merek serta frekuensi pembelian ulang produk hijau, sehingga dapat menilai keberlanjutan strategi pemasaran digital dalam jangka panjang.

  1. Pengaruh Kesadaran Lingkungan Mahasiswa Tata Rias UNJ terhadap Minat Beli Produk Green Cosmetic | Academy... jurnal.ucy.ac.id/index.php/fkip/article/view/2430Pengaruh Kesadaran Lingkungan Mahasiswa Tata Rias UNJ terhadap Minat Beli Produk Green Cosmetic Academy jurnal ucy ac index php fkip article view 2430
  2. The dynamic stimulus of social media marketing on purchase intention of Indonesian airline products and... emerald.com/insight/content/doi/10.1108/apjml-07-2019-0442/full/htmlThe dynamic stimulus of social media marketing on purchase intention of Indonesian airline products and emerald insight content doi 10 1108 apjml 07 2019 0442 full html
Read online
File size249.41 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test