UNTAG SMDUNTAG SMD

JURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDAJURNAL ABDIMAS UNTAG SAMARINDA

Pertanian semi organik adalah pertanian yang dalam pengolahan tanah dan budidaya tanamannya lebih banyak menggunakan pupuk dan pestisida dari bahan organik dibandingkan penggunaan pupuk dan pestisida berbahan kimia. Pelaksanaan dilaksanakan di kelompok Tani Wira Karya di Desa Tanah Datar Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara, pada hari Sabtu tanggal 2 Juli 2022. Masukkan pupuk kandang yang masih dalam karung dan pupuk NPK 2 kg ke dalam drum yang berisi air sebanyak 200 liter air, diamkan selama 2–3 hari sehingga berwarna kehitaman, diangkat pupuk kandang yang masih dalam karung dan dikeluarkan dari dalam drum. Pupuk cair semi organik dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian serta ramah lingkungan.

Kesimpulan dari program pengabdian ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan di Kelompok Tani Wira Karya di Desa Tanah Datar tentang pembuatan pupuk cair semi organik dan bertani ramah lingkungan serta meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan pupuk cair semi organik terhadap komunitas mikroba tanah dan kesuburan pada berbagai jenis tanah di wilayah tropis, sehingga dapat menilai keberlanjutan ekologinya. Selanjutnya, perlu dilakukan uji lapangan komparatif antara pupuk cair semi organik dan pupuk kimia konvensional pada beberapa komoditas pangan penting seperti cabai keriting, tomat, dan sayuran leafy untuk mengukur perbedaan produktivitas, kualitas hasil, serta intensitas serangan hama. Terakhir, kajian sosio‑ekonomi yang mendalam mengenai adopsi teknologi pupuk semi organik oleh petani, termasuk analisis biaya‑manfaat, persepsi petani, dan hambatan penyebaran, akan memberikan dasar kebijakan yang lebih kuat untuk skala produksi yang lebih luas.

Read online
File size1.17 MB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test