AACENDIKIAJOURNALAACENDIKIAJOURNAL

AACENDIKIA: Journal of NursingAACENDIKIA: Journal of Nursing

Stunting merupakan suatu kondisi dimana perkembangan balita berjalan lambat akibat kekurangan gizi sehingga menyebabkan pertumbuhan yang tidak sesuai dengan usianya. Masalah stunting pada balita merupakan masalah kesehatan yang signifikan baik di tingkat global, nasional, hingga daerah dengan angka prevalensi yang masih memprihatinkan meskipun telah terjadi penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan peran kader posyandu dengan tindakan ibu dalam pencegahan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Wara Kota Palopo tahun 2025. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Berdasarkan hasil Analisa uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,018), sikap (p=0,016) dan peran kader posyandu (p=0,040) dengan tindakan ibu dalam pencegahan stunting pada balita.

Berdasarkan hasil penelitian di wilayah kerja Puskesmas Wara Kota Palopo Tahun 2025, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dan peran kader posyandu dengan tindakan ibu dalam pencegahan stunting pada balita.Mayoritas ibu yang memiliki sikap baik juga memiliki tindakan dalam pencegahan stunting sehingga menunjukkan adanya hubungan positif antara kedua variabel tersebut.Diperlukan pendekatan yang lebih efektif agar pengetahuan dapat diimplementasikan secara nyata, serta optimalisasi peran kader posyandu dalam memastikan ibu hamil dan balita rutin ke posyandu.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memengaruhi efektivitas intervensi pencegahan stunting di tingkat komunitas, seperti peran tokoh agama atau pemimpin masyarakat. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami secara mendalam pengalaman dan persepsi ibu terkait praktik pengasuhan dan pemberian makanan pada balita, sehingga dapat mengidentifikasi hambatan dan fasilitator dalam upaya pencegahan stunting. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi pencegahan stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberlanjutan hasil positif. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang pencegahan stunting dan mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

  1. Hubungan Status Gizi Pola Makan dan Peran Keluarga Terhadap Pencegahan Stunting Pada Balita Usia 24-59... doi.org/10.33221/jiki.v10i04.817Hubungan Status Gizi Pola Makan dan Peran Keluarga Terhadap Pencegahan Stunting Pada Balita Usia 24 59 doi 10 33221 jiki v10i04 817
  2. Peran Kader Posyandu dalam Mencegah Kasus Stunting di Kelurahan Ngijo | Lifelong Education Journal. peran... journal.imadiklus.or.id/index.php/lej/article/view/198Peran Kader Posyandu dalam Mencegah Kasus Stunting di Kelurahan Ngijo Lifelong Education Journal peran journal imadiklus index php lej article view 198
Read online
File size291.07 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test