JURNALSTIKESINTANMARTAPURAJURNALSTIKESINTANMARTAPURA

Journal of Intan NursingJournal of Intan Nursing

Pendahuluan: Kebugaran jasmani merupakan indikator penting dalam mendukung kesehatan dan produktivitas pegawai, khususnya di lingkungan instansi kesehatan. Status gizi yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT) berperan sebagai salah satu faktor yang dapat memengaruhi tingkat kebugaran jasmani.. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi IMT, tingkat kebugaran jasmani, serta menganalisis hubungan keduanya pada pegawai Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pegawai Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin memiliki status Indeks Massa Tubuh (IMT) yang berada di bawah normal.Sebanyak 52,9% pegawai termasuk dalam kategori IMT kurang dan 26,5% dalam kategori kurang sekali, sedangkan hanya sebagian kecil yang memiliki IMT cukup maupun sangat baik.Tingkat kebugaran jasmani pegawai menunjukkan bahwa hampir setengah responden berada dalam kategori kebugaran normal (46,1%), namun proporsi pegawai yang tergolong overweight (36,3%) dan obesitas II (10,8%) masih cukup tinggi.Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara IMT dan tingkat kebugaran jasmani (p = 0,010), dengan arah korelasi negatif lemah (r = -0,254).Hal ini berarti bahwa semakin tinggi IMT seseorang, cenderung menurun.Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian status gizi melalui upaya promosi kesehatan dan peningkatan aktivitas fisik agar kebugaran jasmani pegawai tetap optimal.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mempertimbangkan variabel tambahan seperti aktivitas fisik harian, pola konsumsi kalori, tingkat stres kerja, dan kualitas tidur. Dengan memasukkan variabel-variabel tersebut, diharapkan penelitian berikutnya dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kebugaran jasmani pegawai serta mendukung pengembangan intervensi kesehatan yang lebih efektif. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan fokus pada intervensi spesifik untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan pengelolaan status gizi pegawai, seperti edukasi gizi seimbang, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Dukungan psikososial juga perlu dipertimbangkan untuk mendorong pegawai menerapkan gaya hidup sehat secara konsisten.

Read online
File size323.71 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test