CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS

Cendekia Journal of PharmacyCendekia Journal of Pharmacy

Penyakit infeksi masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia, yang disebabkan oleh pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus. Bahan alam dengan aktivitas antibakteri menjadi alternatif solusi. Biji buah durian montong mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak biji durian montong terhadap bakteri Staphylococcus aureus dalam sediaan sabun cair. Metode penelitian meliputi formulasi ekstrak biji durian montong dalam sabun cair dengan variasi konsentrasi (F0, F1, F2, F3), pengujian sifat fisik (organoleptik, homogenitas, pH, tinggi busa, iritasi), dan uji antibakteri menggunakan metode sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi ekstrak biji durian montong mempengaruhi uji organoleptik dan pH, tetapi tidak mempengaruhi homogenitas, tinggi busa, dan iritasi. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi ekstrak biji durian montong dalam formulasi sabun cair, semakin besar pula diameter zona hambat yang dihasilkan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak biji durian montong memiliki efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus secara in vitro.Kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin dalam biji durian montong berperan dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut.Peningkatan konsentrasi ekstrak dalam formulasi sabun cair berkorelasi dengan peningkatan luas zona hambat, menunjukkan efektivitas antibakteri yang lebih tinggi.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengoptimalkan konsentrasi ekstrak biji durian montong dalam formulasi sabun cair guna mencapai efektivitas antibakteri yang optimal terhadap Staphylococcus aureus, bahkan mungkin melebihi kontrol positif yang digunakan. Selain itu, penting untuk menguji formulasi sabun cair herbal dengan kontrol positif yang sejenis, sehingga perbandingan efektivitasnya lebih valid. Untuk mengatasi aroma yang kurang sedap akibat senyawa sulfur dalam ekstrak durian, disarankan untuk melakukan uji pendahuluan formulasi dengan penambahan pewangi yang sesuai, sehingga produk akhir lebih diterima oleh konsumen. Penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan sabun cair herbal yang efektif dan aman sebagai alternatif solusi untuk mencegah penyebaran infeksi bakteri Staphylococcus aureus.

Read online
File size232.06 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test