STIKES SAPTABAKTISTIKES SAPTABAKTI
Jurnal Riset Media KeperawatanJurnal Riset Media KeperawatanMasa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan kepribadian dan keseimbangan emosional seseorang. Kesehatan jiwa di usia ini sangat menentukan kemampuan individu untuk menyesuaikan diri, mengelola perasaan, serta menjalin hubungan sosial secara sehat. Konsep diri merupakan salah satu faktor yang mendukung kesejahteraan mental remaja. Studi ini dilakukan untuk mengidentifikasi adanya keterhubungan antara variabel konsep diri dengan variabel kesehatan jiwa pada remaja yang bersekolah di SMP Insan Kamil Islamic School. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Sampel diambil secara total sampling sebanyak 38 siswa kelas VIII. Alat ukur yang dipakai dalam proses pengumpulan data pada studi ini adalah kuesioner konsep diri serta kuesioner kesehatan jiwa juga sudah melewati tahapan uji validitas dan reliabilitas. Uji Spearman Rank digunakan untuk menganalisis data karena data tidak terdistribusi normal dan data memiliki skala ordinal. Analisis ini mengindikasikan adanya keterkaitan positif yang berkorelasi antara konsep diri dan kesehatan jiwa remaja dengan nilai p = 0,000. Remaja dengan konsep diri positif biasanya menunjukkan kestabilan mental yang lebih baik, mampu beradaptasi dengan baik, serta memiliki keseimbangan emosi yang lebih baik. Terdapat korelasi yang signifikan. Diperlukan dukungan sekolah melalui pembinaan karakter dan program konseling Islami untuk memperkuat konsep diri positif peserta didik sehingga kesehatan jiwanya dapat meningkat.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki konsep diri positif dan kesehatan jiwa yang positif.Uji korelasi Spearman Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara konsep diri dan kesehatan jiwa remaja di SMP Insan Kamil Islamic School, dengan nilai p = 0,000 dan r = 0,817.Dengan demikian, konsep diri yang positif berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik, menekankan pentingnya penguatan konsep diri dalam meningkatkan kesejahteraan mental remaja.
Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan beragam dari berbagai latar belakang sosial ekonomi dan budaya untuk menguji generalisasi temuan ini. Kedua, studi kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengalaman remaja dalam membentuk konsep diri dan bagaimana hal itu memengaruhi kesehatan mental mereka, termasuk peran faktor-faktor seperti dukungan keluarga, lingkungan sekolah, dan pengaruh teman sebaya. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk menguji efektivitas program-program yang bertujuan untuk meningkatkan konsep diri dan kesehatan mental remaja, seperti pelatihan keterampilan sosial, konseling kelompok, atau program mindfulness. Penelitian ini dapat mengidentifikasi strategi yang paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja di sekolah berbasis agama, serta memberikan rekomendasi praktis bagi guru, konselor, dan orang tua dalam mendukung perkembangan remaja yang sehat dan positif.
| File size | 448.41 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIVMEDUNIVMED Analisis regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa status HIV (OR=11,88; p=0,025), orientasi seksual (OR=13,33; p=0,001), dan ekspresi pRb sedang-kuatAnalisis regresi logistik sederhana menunjukkan bahwa status HIV (OR=11,88; p=0,025), orientasi seksual (OR=13,33; p=0,001), dan ekspresi pRb sedang-kuat
MALAHAYATIMALAHAYATI Situasi ini semakin buruk akibat minimnya akses informasi, sarana kebersihan, serta pola hidup bersama yang memudahkan penyebaran penyakit. PenelitianSituasi ini semakin buruk akibat minimnya akses informasi, sarana kebersihan, serta pola hidup bersama yang memudahkan penyebaran penyakit. Penelitian
MALAHAYATIMALAHAYATI 046 artikel yang diidentifikasi, 6 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sanitasi046 artikel yang diidentifikasi, 6 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara naratif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sanitasi
UNIBAUNIBA 4%) memiliki jumlah gigi susu yang sesuai dengan usia mereka. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif4%) memiliki jumlah gigi susu yang sesuai dengan usia mereka. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif
UNIBAUNIBA Saat ini kebutuhan remaja untuk mendapatkan informasi pendidikan dan pelayanan informasi masih belum dapat dipenuhi dengan cukup baik. Sehingga diperlukanSaat ini kebutuhan remaja untuk mendapatkan informasi pendidikan dan pelayanan informasi masih belum dapat dipenuhi dengan cukup baik. Sehingga diperlukan
UPI YAIUPI YAI Selain itu, lingkungan sosial juga berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Secara keseluruhan, konsep diri dan lingkunganSelain itu, lingkungan sosial juga berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Secara keseluruhan, konsep diri dan lingkungan
JQWHJQWH Sampel diambil menggunakan Proportional Random Sampling dengan sampel sebanyak 60 responden, yaitu 21 siswa kelas X, 17 siswa kelas XI dan 22 siswa kelasSampel diambil menggunakan Proportional Random Sampling dengan sampel sebanyak 60 responden, yaitu 21 siswa kelas X, 17 siswa kelas XI dan 22 siswa kelas
MAHADEWAMAHADEWA Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan lingkungan masyarakat dengan sikapnya terhadap lingkungan di DesaDengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan lingkungan masyarakat dengan sikapnya terhadap lingkungan di Desa
Useful /
JQWHJQWH Pada masa remaja, mereka telah mulai mengenali minat dan pendekatan dengan lawan jenis terkait dengan kematangan. Kematangan organ seks (kematangan) dapatPada masa remaja, mereka telah mulai mengenali minat dan pendekatan dengan lawan jenis terkait dengan kematangan. Kematangan organ seks (kematangan) dapat
JQWHJQWH Metode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji statistik WilcoxonMetode pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Wilcoxon
JQWHJQWH Remaja menghadapi berbagai tantangan baik dari diri mereka sendiri (faktor biopsikososial) maupun lingkungan (faktor lingkungan), yang merupakan periodeRemaja menghadapi berbagai tantangan baik dari diri mereka sendiri (faktor biopsikososial) maupun lingkungan (faktor lingkungan), yang merupakan periode
MAHADEWAMAHADEWA Biologi adalah mata pelajaran penting yang dipelajari di sekolah. Namun, terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran biologi, seperti kurangnyaBiologi adalah mata pelajaran penting yang dipelajari di sekolah. Namun, terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran biologi, seperti kurangnya