MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI

Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika (MANEKIN)Jurnal Manajemen, Ekonomi, Hukum, Kewirausahaan, Kesehatan, Pendidikan dan Informatika (MANEKIN)

Pada umumnya setiap perusahaan memiliki tujuan untuk memperoleh keuntungan. Perusahaan dagang, perusahaan industri, perusahaan jasa, ataupun perusahaan lainnya, melakukan aktivitasnya untuk mendapatkan atau menghasilkan laba demi mempertahankan keberadaan perusahaan tersebut ataupun mempertahankan kelangsungan hidup Perusahaan itu sendiri. Salah satu cara mendapat laba yaitu dengan melakukan kegiatan jual beli, karena jual beli merupakan sumber pendapatan utama dalam setiap perusahaan, kegiatan penjualan dari setiap jenis perusahaan berbeda-beda. Penelitian ini dilakukan di Perusahaan dagang Salam Ghifari 212 Mart dan merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan pada Salam Ghifari 212 Mart, penerapan sistem akuntansi penjualan secara tunai sebenarnya sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari kemampuan dari hanya satu karyawan dalam satu shift yang dapat melayani banyak konsumen dengan baik dan cukup cepat. Tetapi dalam penerapan sistem akuntansi penjualan secara kredit masih ditemukan beberapa kekurangan seperti tidak adanya satupun dokumen yang digunakan oleh konsumen untuk melakukan pembelian dan juga tidak ada dokumen berupa struk pembelian yang diberikan oleh kasir kepada konsumen. Karena sistem akuntansi yang terbilang baru ini dan juga tidak ada monitoring lanjutan dari pihak pembuat sistem akuntansi penjualan, karyawan Salam Ghifari 212 Mart mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi dan juga membedakan antara transaksi debit, kredit, scan qr code dan juga bri edc yang menyebabkan fungsi penjualan, penerimaan kas dan juga pengeluaran kas tidak berjalan dengan efektif maupun efisien.

Sistem akuntansi yang baru diterapkan di Salam Ghifari 212 Mart, ditambah dengan kurangnya monitoring lanjutan dari pihak pengembang, menyebabkan kesulitan bagi karyawan dalam membedakan transaksi debit, kredit, scan QR code, dan BRI EDC, sehingga fungsi penjualan, penerimaan kas, dan pengeluaran kas tidak berjalan efektif dan efisien.Tidak adanya dokumen transaksi tunai, kredit, scan QR code, maupun BRI EDC menyebabkan kurangnya kepercayaan konsumen dan potensi masalah dalam penagihan piutang.Kondisi ini berdampak pada ketidaknyamanan konsumen dan berpotensi mengurangi minat berbelanja di Salam Ghifari 212 Mart.

Berdasarkan temuan penelitian, perlu dilakukan pengembangan sistem akuntansi penjualan yang lebih terintegrasi dan mudah digunakan oleh karyawan, termasuk fitur pembedaan transaksi tunai, kredit, scan QR code, dan BRI EDC secara otomatis. Perusahaan perlu menyediakan pelatihan intensif bagi karyawan mengenai penggunaan sistem akuntansi yang baru, serta memastikan adanya monitoring dan dukungan teknis berkelanjutan dari pihak pengembang sistem. Selain itu, penting untuk mengembangkan sistem dokumentasi transaksi yang lengkap dan transparan, seperti pembuatan struk penjualan untuk setiap transaksi, baik tunai maupun kredit, guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan mempermudah proses penagihan piutang. Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model sistem akuntansi penjualan yang sesuai dengan karakteristik perusahaan dagang skala kecil dan menengah, serta menguji efektivitas implementasi model tersebut dalam meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan.

Read online
File size433.53 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test