WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Pengabdian West ScienceJurnal Pengabdian West Science

Korupsi merupakan persoalan serius yang merusak tatanan sosial dan moral bangsa, sehingga pendidikan antikorupsi perlu dikenalkan sejak dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kejujuran dan tanggung jawab melalui pendekatan media komik dan storytelling kepada siswa MI KH. Ahmad Dahlan Jatigreges, Pace, Nganjuk. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan membaca dan membuat komik edukatif bertema antikorupsi, serta sesi mendongeng tokoh inspiratif dari khazanah Islam dan budaya lokal. Program ini menggunakan berbasis pembelajaran aktif dan kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep kejujuran, serta munculnya refleksi positif dalam perilaku sehari-hari. Selain itu, guru mendapatkan media pembelajaran karakter yang dapat diterapkan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi langkah kecil namun bermakna dalam menumbuhkan generasi muda yang berintegritas sejak bangku pendidikan dasar.

Pendidikan antikorupsi dapat dimulai efektif sejak pendidikan dasar dengan media komik dan storytelling yang menyenangkan serta membuka ruang dialog dan kreativitas siswa.Keterlibatan aktif guru dan siswa dalam perencanaan dan pelaksanaan menjadi kunci keberhasilan, menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.Model ini dapat direplikasi dan dikembangkan lebih luas di madrasah serta sekolah dasar lainnya dengan pendekatan naratif, visual, dan budaya lokal untuk membentuk generasi berintegritas.

Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi dampak jangka panjang penggunaan komik edukatif antikorupsi terhadap perilaku moral siswa MI dengan desain studi longitudinal selama tiga hingga lima tahun, sehingga dapat mengidentifikasi perubahan sikap jujur dan tanggung jawab secara berkelanjutan. Selanjutnya, dapat dibandingkan efektivitas komik cetak tradisional dengan komik digital interaktif yang memanfaatkan multimedia dalam meningkatkan pemahaman konsep antikorupsi, melalui percobaan terkontrol pada kelompok kelas yang seimbang. Penelitian ketiga dapat meneliti peran partisipasi orang tua dalam proses storytelling, dengan mengembangkan program kolaboratif antara guru, siswa, dan keluarga untuk menilai sejauh mana keterlibatan keluarga memperkuat internalisasi nilai kejujuran di lingkungan rumah. Selain itu, studi dapat memperluas konteks budaya dengan mengadaptasi narasi lokal lain, seperti legenda daerah, untuk menguji apakah variasi konten budaya meningkatkan relevansi dan penerimaan nilai antikorupsi. Semua pendekatan ini diharapkan memberikan bukti empiris yang lebih komprehensif untuk merancang kurikulum karakter berbasis media yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di berbagai wilayah.

Read online
File size502.42 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test