WESTSCIENCESWESTSCIENCES

Jurnal Pengabdian West ScienceJurnal Pengabdian West Science

Kesehatan remaja merupakan hal yang sangat penting diperhatikan, karena pada masa remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan. Kelurahan Bulusan Kota Semarang telah mengaktifkan posyandu remaja sejak tahun 2022. Meskipun demikian, penggalakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai hidup sehat baik fisik, mental maupun sosial pada remaja perlu untuk dilakukan. Oleh karena itu dilakukan pelaksanaan pengabdian untuk penggerakan hidup sehat remaja dengan melibatkan lintas sektor seperti Forum Kesehatan Kelurahan, Kelurahan, dan Kecamatan. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan pada bulan September hingga November 2023. Dalam pelaksanaannya dilakukan koordinasi perizinan, pengembangan media edukasi, pelaksanaan sosialisasi, dan evaluasi. Penguatan kesehatan fisik, mental, maupun sosial perlu dilakukan dan diperlukan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya sektor kesehatan tetapi juga non kesehatan.

Remaja merupakan suatu kondisi dimana terjadi pertumbuhan serta perkembangan fisik, psikologis, maupun intelektual yang pesat sehingga kesehatan remaja merupakan hal yang krusial untuk diperhatikan.Penggalakan kegiatan sosialisasi dan edukasi mengenai hidup sehat baik fisik, mental maupun sosial pada remaja di Kelurahan Bulusan Kota Semarang telah dilakukan melalui beberapa tahapan meliputi koordinasi perizinan, pengembangan media edukasi, pelaksanaan sosialisasi, dan evaluasi.Pelaksanaan pengabdian ini memperoleh respon yang positif dari remaja, FKK, RW, maupun Kelurahan Bulusan.Diharapkan penguatan kesehatan pada remaja dapat berlangsung secara berkala melalui penggalakan posyandu remaja dan kerja sama lintas sektor.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas program edukasi gaya hidup sehat yang telah dilaksanakan terhadap perubahan perilaku remaja dalam jangka panjang, dengan menggunakan metode kuantitatif untuk mengukur dampak yang lebih terukur. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman remaja terhadap program posyandu remaja, serta faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi mereka. Ketiga, penelitian intervensi dapat dirancang untuk mengembangkan model program yang lebih komprehensif, tidak hanya fokus pada edukasi, tetapi juga melibatkan peran orang tua dan lingkungan sekitar dalam mendukung kesehatan remaja.

Read online
File size438.12 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test