ADI JOURNALADI JOURNAL

ADI Pengabdian Kepada MasyarakatADI Pengabdian Kepada Masyarakat

Pencatatan transaksi keuangan sangat penting dilakukan oleh setiap entitas. Ketepatan dalam pencatatan transaksi keuangan dimaksudkan untuk mempertahankan usaha yang dilakukan agar senantiasa berjalan baik sesuai harapan pemilik usaha. Pemahaman dan pencatatan setiap aktivitas keluar masuk keuangan perusahaan dengan baik dan benar belum banyak dipahami oleh pemilik usaha kecil seperti halnya pada Kios Bunga Mekar Kasih Banyuwangi. Selama ini, pencatatan keuangan di Kios Bunga Mekar Kasih belum tertata dengan baik. Ketidakpahaman pemilik usaha untuk melakukan pencatatan keuangan dan kelalaian menjadi pemicu kondisi tersebut. Hal ini tentu perlu dikoreksi, mengingat pencatatan transaksi sangat berpengaruh terhadap perkembangan usaha. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama satu bulan, tepatnya tanggal 10 November 2022 di Kios bunga Mekar Kasih Banyuwangi. Kegiatan pendampingan ini memberi manfaat bagi pemilik usaha, untuk mengetahui alur keuangan usaha dan memudahkan dalam pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian dilakukan oleh 4 orang yang terdiri dari 2 Dosen dan 2 Mahasiswa. Pendampingan berjalan baik. Usulan adanya buku kas yang memuat kas masuk dan keluar dapat mempermudah pemilik usaha dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan sesuai standar akuntansi yang ada.

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa pendampingan pencatatan transaksi bagi pemilik Kios Bunga Mekar Kasih telah berhasil dilakukan.Pemilik usaha menunjukkan respons positif dan pemahaman yang lebih baik mengenai pencatatan keuangan.Penerapan buku kas terbukti membantu pelaku usaha dalam memantau keuntungan bulanan, yang krusial untuk pengambilan keputusan strategis dan pengembangan usaha.

Untuk penelitian selanjutnya, ada beberapa ide yang bisa dikembangkan agar program pendampingan UMKM menjadi lebih baik dan bermanfaat luas. Pertama, penting sekali untuk meneliti apakah para pemilik usaha kecil, seperti Kios Bunga Mekar Kasih, benar-benar terus melakukan pencatatan keuangan mereka setelah pendampingan selesai. Penelitian lanjutan ini bisa melihat faktor-faktor apa saja yang membuat mereka tetap konsisten mencatat, atau justru apa yang membuat mereka berhenti. Misalnya, kita bisa mencari tahu, Apakah pelatihan singkat cukup untuk membangun kebiasaan mencatat yang bertahan lama, ataukah dibutuhkan dukungan berkelanjutan? Ini akan membantu kita merancang program yang lebih efektif di masa depan. Kedua, akan menarik jika ada penelitian yang membandingkan cara pencatatan keuangan yang berbeda. Saat ini menggunakan buku kas manual, tapi bagaimana jika dibandingkan dengan aplikasi pencatatan keuangan sederhana di handphone? Penelitian bisa mencari tahu mana yang lebih mudah digunakan oleh pemilik UMKM, mana yang lebih akurat, dan mana yang paling mereka sukai. Pertanyaan kuncinya bisa jadi, Apakah penggunaan teknologi sederhana bisa membuat pemilik UMKM lebih rajin mencatat keuangannya dibandingkan metode manual? Ketiga, agar hasil penelitian ini bisa lebih luas, sebaiknya diterapkan juga pada jenis usaha mikro, kecil, dan menengah lainnya. Misalnya, bagaimana efek pendampingan pencatatan keuangan ini pada warung makan, tukang jahit, atau usaha kerajinan tangan? Ini akan membantu kita memahami apakah metode pendampingan yang sama cocok untuk semua jenis UMKM, ataukah ada penyesuaian yang perlu dilakukan. Dengan begitu, kita bisa membuat panduan pendampingan yang lebih pas dan bisa diterapkan ke lebih banyak UMKM di berbagai sektor usaha.

  1. Pendampingan Pencatatan Transaksi Keuangan pada Kios Bunga Mekar Kasih Banyuwangi | ADI Pengabdian Kepada... doi.org/10.34306/adimas.v3i2.866Pendampingan Pencatatan Transaksi Keuangan pada Kios Bunga Mekar Kasih Banyuwangi ADI Pengabdian Kepada doi 10 34306 adimas v3i2 866
Read online
File size996.14 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test