UNUBLITARUNUBLITAR

Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Dolomit (CaMg(CO₃)₂) umumnya berwarna putih, tetapi dapat berwarna abu-abu atau kebiru-biruan, dengan kandungan unsur hara utama berupa magnesium (Mg) dan kalsium (Ca). Penelitian ini menganalisis kinetika dan konversi ekstraksi dolomit menggunakan asam fosfat melalui metode ekstraksi padat‑cair. Proses awal, dolomit dikalsinasi pada suhu 850 °C selama 240 menit dan selanjutnya diayak. Hasil pengayakan tersebut ditimbang sebanyak 40 gram dan dilanjutkan dengan proses ekstraksi asam fosfat 2 M 250 mL dengan variasi suhu 30, 45, 60, 75, dan 90 °C serta waktu ekstraksi 60, 90, 120, 150, dan 180 menit. Cairan hasil proses ekstraksi difiltrasi dan kemudian dilakukan analisa AAS untuk mengetahui kandungan kalsium dan magnesium yang terekstrak. Konversi tertinggi diperoleh pada 90 °C selama 180 menit, dengan konversi kalsium 65,67 % dan magnesium 65,98 %, dengan lapisan abu sebagai langkah pengendali. Energi aktivasi berdasarkan persamaan Arrhenius adalah 27.745,49 J/mol·K untuk kalsium dan 19.120,5 J/mol·K untuk magnesium. Konstanta laju reaksi untuk ekstraksi kalsium di dolomit dengan asam fosfat sebesar K = 9,8149 e^(3336,6/T). Penelitian ini menunjukkan bahwa suhu dan waktu reaksi mempengaruhi ekstraksi dolomit, yang mengikuti model Arrhenius, sehingga memberikan wawasan mengenai kinetika dan efisiensi ekstraksi dolomit dengan asam fosfat.

Ekstraksi dolomit dengan asam fosfat menghasilkan konversi tertinggi kalsium 65,67 % dan magnesium 65,98 % pada suhu 90 °C selama 180 menit, dengan mekanisme yang dikendalikan oleh difusi lapisan abu.120 J/mol·K untuk magnesium, dan konstanta laju reaksi mengikuti model Arrhenius.Hasil menunjukkan bahwa suhu dan waktu reaksi secara signifikan mempengaruhi efisiensi ekstraksi, memberikan wawasan penting bagi perancangan proses industri.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh variasi konsentrasi asam fosfat yang lebih tinggi atau lebih rendah terhadap kinetika ekstraksi dolomit, sehingga dapat menentukan konsentrasi optimal yang memaksimalkan konversi sekaligus mengurangi biaya operasional dan potensi korosi. Selain itu, pengembangan model numerik berbasis computational fluid dynamics (CFD) yang mengintegrasikan fenomena difusi lapisan abu serta transfer panas pada partikel dolomit dapat membantu memprediksi laju reaksi pada skala pilot dan mengoptimalkan desain reaktor untuk aplikasi industri. Selanjutnya, studi komparatif antara asam fosfat dan asam sulfat dalam ekstraksi dolomit pada kondisi suhu‑waktu yang serupa, beserta evaluasi dampak lingkungan dan kualitas produk akhir, akan memberikan rekomendasi penggunaan asam yang paling berkelanjutan dan efisien secara ekonomi.

  1. Analisis Kimia Batu Kapur Kabupaten Kupang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pupuk Dolomit | Jurnal Agroteknologi... jurnal.ugp.ac.id/index.php/JAPPRI/article/view/616Analisis Kimia Batu Kapur Kabupaten Kupang Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pupuk Dolomit Jurnal Agroteknologi jurnal ugp ac index php JAPPRI article view 616
Read online
File size327.12 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test