JOURNAL JPSJOURNAL JPS
Journal of Pharmaceutical and SciencesJournal of Pharmaceutical and SciencesStunting masih menjadi masalah gizi yang serius di Indonesia dan memerlukan upaya pemenuhan nutrisi yang efektif, aman, dan mudah dikonsumsi. Daun kelor (Moringa oleifera L.) diketahui kaya akan mineral penting seperti seng, zat besi, dan iodium yang berperan dalam pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan serta mengevaluasi mutu fisik tablet effervescent ekstrak daun kelor sebagai alternatif suplemen nutrisi pendukung pencegahan stunting. Ekstrak daun kelor diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diformulasikan menjadi empat formula tablet effervescent dengan variasi konsentrasi ekstrak. Evaluasi dilakukan terhadap sifat alir granul, sudut istirahat, pH, keseragaman ukuran, keseragaman bobot, waktu dispersi, analisis spektrum FTIR, serta uji hedonik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua formula memenuhi persyaratan mutu fisik tablet effervescent, dengan kecepatan alir granul yang baik, sudut istirahat <40°, dan pH 4,4-5,8 yang sesuai untuk sediaan oral. Tablet juga memenuhi syarat keseragaman ukuran dan bobot, serta memiliki waktu dispersi 1–2 menit. Analisis FTIR mengonfirmasi adanya gugus hidroksil, karbonil, nitroso, dan benzena pada senyawa flavonoid, saponin, dan tanin yang berhubungan dengan kandungan mineral penting bagi pertumbuhan. Berdasarkan evaluasi fisik dan organoleptik, Formula 2 menunjukkan kombinasi terbaik antara kandungan ekstrak dan sifat alir granul, sedangkan Formula 1 paling disukai dari segi rasa.
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formulasi tablet effervescent ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) F0, F1, F2, F3 memenuhi semua persyaratan fisik sediaan effervescent yang baik.Formula dengan konsentrasi ekstrak F2 menunjukkan sifat alir granul yang optimal, sedangkan formula dengan konsentrasi ekstrak F1 paling diterima secara organoleptik dan hedonik.Sediaan ini berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai suplemen nutrisi, namun memerlukan uji stabilitas, analisis kuantitatif kandungan mineral, dan uji efikasi in-vivo untuk memastikan klaim pencegahan stunting.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan formula tablet effervescent dengan variasi ekstrak daun kelor yang lebih tinggi untuk meningkatkan kandungan mineral. Selain itu, penting untuk mengevaluasi stabilitas sediaan selama penyimpanan jangka panjang di berbagai kondisi suhu dan kelembapan. Terakhir, penelitian juga perlu mengeksplorasi kombinasi ekstrak daun kelor dengan bahan lain, seperti vitamin atau mikronutrien, untuk menciptakan suplemen nutrisi yang lebih efektif dalam mencegah stunting.
| File size | 667.77 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESHBSTIKESHB Prevalensi remaja pendek dengan angka persentase sebanyak 31,2% dan remaja kurus dengan angka prevalensi remaja yang presentase 8,9%. Banyak remaja bertubuhPrevalensi remaja pendek dengan angka persentase sebanyak 31,2% dan remaja kurus dengan angka prevalensi remaja yang presentase 8,9%. Banyak remaja bertubuh
HUSADAGEMILANGHUSADAGEMILANG Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pemanfaatan daun kelor sebagai pencegahan anemia sebagian besar baik. Ibu hamil yang berumurPenelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pemanfaatan daun kelor sebagai pencegahan anemia sebagian besar baik. Ibu hamil yang berumur
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN L mengalami anemia selama kehamilan, proses persalinan berjalan normal, bayi baru lahir tidak memiliki masalah, pada masa nifas ditemukan sisa plasentaL mengalami anemia selama kehamilan, proses persalinan berjalan normal, bayi baru lahir tidak memiliki masalah, pada masa nifas ditemukan sisa plasenta
UNIMMANUNIMMAN Faktor lain yang turut bermakna ialah usia ibu berisiko, jumlah anak, dan anemia kehamilan. Stunting bersifat multifaktorial, sehingga selain gizi ibu,Faktor lain yang turut bermakna ialah usia ibu berisiko, jumlah anak, dan anemia kehamilan. Stunting bersifat multifaktorial, sehingga selain gizi ibu,
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Kadar hemoglobin di bawah normal dapat menyebabkan anemia, suatu kondisi akibat kekurangan nutrisi penting. Anemia dapat dicegah dengan asupan nutrisiKadar hemoglobin di bawah normal dapat menyebabkan anemia, suatu kondisi akibat kekurangan nutrisi penting. Anemia dapat dicegah dengan asupan nutrisi
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Formulasi tablet kunyah dibuat dengan dua variasi kombinasi bahan pengisi, yaitu laktosa:manitol sebesar 30%:70% dan 50%:50%, menggunakan metode granulasiFormulasi tablet kunyah dibuat dengan dua variasi kombinasi bahan pengisi, yaitu laktosa:manitol sebesar 30%:70% dan 50%:50%, menggunakan metode granulasi
UNIPASBYUNIPASBY Anemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr % pada trimester 1 dan 3 atau kadar hemoglobin < 10,5 gr % pada trimesterAnemia pada ibu hamil adalah kondisi ibu dengan kadar hemoglobin dibawah 11 gr % pada trimester 1 dan 3 atau kadar hemoglobin < 10,5 gr % pada trimester
IKTAIKTA Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu postpartum di PMB X Kabupaten Kampar, jumlah sampel 32 responden dengan teknik purposive sampling menggunakanPopulasi penelitian ini yaitu seluruh ibu postpartum di PMB X Kabupaten Kampar, jumlah sampel 32 responden dengan teknik purposive sampling menggunakan
Useful /
HUSADAGEMILANGHUSADAGEMILANG Sampel berjumlah 21 ibu hamil yang dipilih secara purposive. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkanSampel berjumlah 21 ibu hamil yang dipilih secara purposive. Pengukuran kadar hemoglobin dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan
IAIIIAII Variasi model yang diuji dibuat dengan menambahkan lapisan tersembunyi, regulasi, optimasi dengan Particle Swarm Optimization (PSO), dan penyesuaian hiperparameter.Variasi model yang diuji dibuat dengan menambahkan lapisan tersembunyi, regulasi, optimasi dengan Particle Swarm Optimization (PSO), dan penyesuaian hiperparameter.
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Artificial Intelligence (AI) berpotensi mendukung triase, pemantauan, dan pengambilan keputusan klinis pada situasi kritis. Scoping review ini memetakanArtificial Intelligence (AI) berpotensi mendukung triase, pemantauan, dan pengambilan keputusan klinis pada situasi kritis. Scoping review ini memetakan
PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN Norepinefrin dan fenilefrin efektif dalam menangani hipotensi intraoperatif, sedangkan efedrin meningkatkan curah jantung namun berisiko menimbulkan takikardia.Norepinefrin dan fenilefrin efektif dalam menangani hipotensi intraoperatif, sedangkan efedrin meningkatkan curah jantung namun berisiko menimbulkan takikardia.