UNUBLITARUNUBLITAR

Briliant: Jurnal Riset dan KonseptualBriliant: Jurnal Riset dan Konseptual

Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan virus yang menyerang sel darah putih di dalam tubuh. Sampaai saat ini, HIV masih menjadi salah satu masalah kesehatan dunia. Model matematika mempunyai peran penting dalam memahami dinamika suatu epidemi penyakit. Tujuan penelitian ini adalah memodelkan dan menganalisis penyebaran penyakit HIV di Indonesia menggunakan model SITR dengan tes viral load. model ini membagi populasi menjadi empat subpopulasi, yaitu Susceptible (S) atau subpopulasi yang rentan tertular penyakit, Infected (I) atau subpopulasi yang terinfeksi HIV, Treatment (T) atau subpopulasi yang terinfeksi HIV dan mendapatkan pengobatan ARV, dan Recovery (R) atau subpopulasi yang hasil tes viral load tersupresi setelah menjalankan pengobatan ARV. Analisis model dilakukan dengan asumsi model, estimasi parameter, penentuan titik ekuilibrium, analisis kestabilan titik ekuilibrium, dan simulasi numerik menggunakan bantuan Maple18. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai R_0=10,52749285 yang berarti bahwa model stabil asimtotik menuju titik ekuilibrium endemik.

Model SITR dengan tes viral load membagi populasi menjadi empat subpopulasi (S, I, T, R) dan memperkenalkan perpindahan dari subpopulasi treatment ke recovery dengan laju δ, yang berdasarkan data 2022 menghasilkan R0 = 10,52749285 > 1, menunjukkan bahwa HIV akan menjadi endemik di Indonesia.Analisis stabilitas dan simulasi numerik mengindikasikan bahwa laju δ berperan penting dalam meningkatkan jumlah individu yang sembuh pada subpopulasi recovery serta model stabil secara asimtotik menuju titik ekuilibrium endemik.Keterbatasan model terletak pada asumsi hanya mencakup penderita yang mendapatkan pengobatan ARV, sehingga penelitian lanjutan sebaiknya mengembangkan model yang mempertimbangkan progresi HIV menjadi AIDS.

Penelitian lanjutan dapat memperluas model SITR dengan menambahkan kompartemen AIDS untuk mempelajari transisi dari HIV ke AIDS serta dampaknya terhadap dinamika penyebaran penyakit; selanjutnya, perlu dilakukan studi kuantitatif mengenai heterogenitas kepatuhan pasien terhadap terapi antiretroviral dan bagaimana variasi kepatuhan tersebut memengaruhi tingkat supresi viral dan efektivitas perpindahan ke subpopulasi recovery; terakhir, penerapan analisis kontrol optimal dapat dieksplorasi untuk mengevaluasi strategi intervensi seperti frekuensi tes viral load, waktu inisiasi ARV, dan program pencegahan, sehingga dapat mengidentifikasi kebijakan paling efisien dalam menurunkan angka reproduksi dasar R0 dan mempercepat pencapaian endemik terkendali.

  1. Point-of-Care HIV Viral Load Testing: an Essential Tool for a Sustainable Global HIV/AIDS Response |... journals.asm.org/doi/10.1128/CMR.00097-18Point of Care HIV Viral Load Testing an Essential Tool for a Sustainable Global HIV AIDS Response journals asm doi 10 1128 CMR 00097 18
Read online
File size329.34 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test